Membangun Spirit Ekologi dalam Mengadopsi Hutan

Berjalan menikmati alam terbuka selalu saya luangkan di waktu-waktu senggang, bersama teman-teman. Entah itu sekadar menanti detik-detik kemunculan matahari pagi, sambil membuat kopi dan sarapan lalu menikmatinya. Kami juga biasa meluangkan waktu khusus untuk kamping. Alam terbuka ┬ámembuat saya merasa bisa menemukan segala sesuatu yang tidak dibuat-buat. Sekali pun kita sering mendatangi suatu tempat, tak pernah ada suasana yang betul-betul sama, selalu ada kejutan. Continue reading “Membangun Spirit Ekologi dalam Mengadopsi Hutan”

Menikmati Magisnya Kawah Nirwana Di Empat Waktu.

Kami telah tiga kali merencanakan untuk berkunjung Way Kambas, sejak menginjakkan kaki di Bandar Lampung. Kunjungan itu tentunya sekali mendayung baru semeter melaju, eh dua, tiga pulau terlampaui. Tapi, semuanya belum sempat terselenggara hingga akhirnya pembatasan mobilisasi akibat pandemi pun diberlakukan. Mobilitas kami terbatas antara Pahoman dengan Way Laga. Selama fase pembatasan itu, hanya sekali kami melakukan perjalanan ke luar kota untuk menguatkan opini, bahwa musim panen kakao memang mengalami kemunduran dari tahun sebelumnya. Continue reading “Menikmati Magisnya Kawah Nirwana Di Empat Waktu.”

Ada yang Ungu Di Gunung Bawakaraeng

Pandemi ini memang menghadirkan banyak cerita yang tak pernah terduga oleh siapa pun. Apa pun yang melatarbelakanginya, peristiwa ini mengajarkan kita bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri sebagai individu. Sedikit terkesan antroposentris, tapi seperti itulah kenyataannya. Bertanggung jawab terhadap indiviu akan berimbas kepada orang lain untuk saling peduli. Continue reading “Ada yang Ungu Di Gunung Bawakaraeng”