Kopi dan Hari Ini

Kopi pertama hari ini;
Tak ada agitasi, pula basa-basi, Yang ada afirmasi.
Bulatkan tekad sebagai energi asasi.
Jagat adalah ruang tanpa batas untuk berkontemplasi. Continue reading “Kopi dan Hari Ini”

Advertisements

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa

Bagian Kedua,

Perjalanan Syukur

Menjelang paruh Hari Senin (27 Agustus 2018), paparan  matahari kian menyengat hingga telapak kaki seperti menginjak bara kala berjalan di geladak kapal. Jika tidak mengenakan kacamata, saking silaunya, kita perlu mengernyitkan alis untuk melihat lebih jauh. Segala peralatan telah dirapikan. Semua personil telah mengisi perut saat tugas pokok mereka selesai, kemudian bersantai sejenak menunggu pemberangkatan. sepotong semangka  yang warna merahnya begitu kontras dengan birunya laut menjadi pelepas dahaga yang pas. Sebenarnya, pisang juga sangat cocok tapi sepertinya tak ada pisang yang jadi buah meja. Nyaris semua jarum jam berkumpul di angka dua belas, sauh diangkat ke atas kapal. Rute yang selanjutnya menjadi tujuan pelayaran adalah Pulau Pannikiang yang masuk dalam wilayah Kabupaten Barru. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa”

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa

Bagian Pertama;

Semalam di Pulau Bontosua

Pukul 21.00 waktu Lampuara, nama kampung saya,  adalah angka yang ditunjukkan di jam tangan yang saya kenakan. Tidak biasanya kendaraan jemputan datang terlambat. Wajah Ibu seperti belum siap melepas putera lajangnya kembali ke rutinitas tak jelasnya. Pasalnya, rencana kepulangan saya lebih cepat sehari dari yang saya rencanakan. Sementara itu, saya hanya pulang di saat lebaran, dua kali setahun. Pagi tadi, saya mendapat ajakan untuk ikut berpetualang menggunakan perahu pinisi, tanggal 26 hingga 30 Agustus 2018. Tanpa ragu, saya pun mengiyakan. Menjelang pukul sepuluh malam, jemputan datang. Saya pun pamit dengan memeluk dan mencium tangan Ibu lalu beranjak keluar rumah, menuju Makassar. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa”