Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Jelajah Kesultanan Moloku Kie Raha

Matahari sudah mulai teduh saat KLM. Pinisi Pusaka Indonesia yang menjadi kuda air dalam rangka Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa memasuki perairan Halmahera Kepulauan. Berdasarkan instruksi koordinator tim, kami harus mengenakan seragam lalu membentuk formasi sesuai yang telah ditunjukkan kepada setiap sailor. Saya sendiri mengambil posisi berdiri di atas tiang agung depan. Layaknya ‘Juru Batu’ kala pinisi belum dilengkapi dengan teknologi pengindera berupa GPS dan fish finder. Ada yang berdiri di bagian haluan dalam hal ini disebut ‘anjong’, ada juga di buritan serta di bagian kedua sisi geladak. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Jelajah Kesultanan Moloku Kie Raha”

Advertisements

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Uji Nyali Di Laut Maluku

Seperti sudah menjadi rutinitas jika kapal berlabuh, tiap dua hari, kami mengunjungi pasar tradisional untuk belanja kebutuhan makanan. Sepulang pasar untuk belanja logistik, menggunakan kendaraan berbasis online, di Hari Kamis, penanggalan ketujuh bulan kedua, kami bertiga (Saya, Gentur, dan Asmar), dihinggapi perasaan yang aneh. Entah karena cara membawa kendaraannya ada yang salah atau apa sehingga kami merasa pusing sesampainya di kapal. Sekira pukul sebelas dengan udara yang cukup gerah, memaksa kami harus segera menuntaskan hasil belanja di dapur karena waktu makan siang sudah menghampiri. Menu gudangan ala Jawa Tengah adalah pilihan kami siang ini bersanding dengan ikan goreng asam. Sambil menikmati memasak, rupanya tepat di paruh hari, kapal pun lepas jangkar meninggalkan Manado. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Uji Nyali Di Laut Maluku”

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa

Bagian Kedua,

Perjalanan Syukur

Menjelang paruh Hari Senin (27 Agustus 2018), paparan¬† matahari kian menyengat hingga telapak kaki seperti menginjak bara kala berjalan di geladak kapal. Jika tidak mengenakan kacamata, saking silaunya, kita perlu mengernyitkan alis untuk melihat lebih jauh. Segala peralatan telah dirapikan. Semua personil telah mengisi perut saat tugas pokok mereka selesai, kemudian bersantai sejenak menunggu pemberangkatan. sepotong semangka ¬†yang warna merahnya begitu kontras dengan birunya laut menjadi pelepas dahaga yang pas. Sebenarnya, pisang juga sangat cocok tapi sepertinya tak ada pisang yang jadi buah meja. Nyaris semua jarum jam berkumpul di angka dua belas, sauh diangkat ke atas kapal. Rute yang selanjutnya menjadi tujuan pelayaran adalah Pulau Pannikiang yang masuk dalam wilayah Kabupaten Barru. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa”