Akhirnya Menghadap Ke Laut

Laut sebenarnya bukan hal yang baru buat saya karena sedari kecil, saya sudah akrab dengan kehidupan laut. Hanya saja, saya kurang fasih berenang, apalagi menyelam. Saya sendiri memiliki halusinasi yang tinggi saat berada di dalam air, terutama di laut. Perasaan saya seperti ada yang memanggil-manggil lalu melambai ke arah saya kala berada dalam air. Pernah suatu ketika di Leang Kareta, Selayar, saya mengikatkan tali di salah satu kaki sebagai penanda bahwa saya sudah terlampau jauh meninggalkan perahu. Setelah tali tersentak, saya pun berputar arah ke perahu. Seiring waktu berjalan, saya memang lebih banyak berkecimpung di kawasan sekitar hutan dan gunung. Bukan berarti saya harus melupakan laut karena saya sendiri hanya bisa menyantap ikan laut. Tenggorokan saya seperti tidak ramah terhadap aroma ikan air tawar. Continue reading “Akhirnya Menghadap Ke Laut”