Tentang Hutan; Rehabilitasi atau Tinggal Kenangan

Hari libur, kita beramai-ramai menikmati suasana pegunungan. Melihat persawahan yang hijau permai, tersusun bertingkat. Bunga-bunga yang warna-warni melepaskan pesona keelokan dan harum kuntumnya menggoda para kumbang datang merayunya.  Saat mendaki ke puncak-puncak gunung, kita akan merasakan berada seperti di “negeri di atas awan”. Sungguh indah terlihat saujana yang membentang. Saking indahnya, hanya kalimat ini yang sering terucap, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”. Continue reading “Tentang Hutan; Rehabilitasi atau Tinggal Kenangan”

Koki yang Gagal Di Waktu Sahur

Sering kita berbicang-bincang dengan teman atau keluarga atau teman serumah mengenai sahur. “Apa menu sahurnya nanti?” “Mau masak apa nih buat sahur kita nanti?” “Apa dimakan, sahur nanti?”. Tentunya, pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah sering kita dengar, entah sekadar iseng atau pun serius.

 

Secara leksikal, sahur sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu sahar yang artinya akhir malam atau menjelang subuh. Makna gramatikal dari sahur adalah segala sesuatu yang dikonsumsi pada waktu sahar, entah kah makanan atau pun minuman. Continue reading “Koki yang Gagal Di Waktu Sahur”

Sahur Pertama dan Keluarga

Sejak kokang senapan ditarik maka melajuhlah peluru dan berpisah dengan bedilnya untuk mencapai sasarannya. Sejak meninggalkan rumah di tahun 1999 lalu, saya pun sangat jarang pulang ke rumah. Paling tidak dua kali setahun saya menyempatkan diri untuk mudik.

 

Seperti slogan salah satu komunitas pejalan yang ada di Makassar, sebut saja Pajappa. “Hidup itu butuh hiburan dan liburan”. Dalam dua kebutuhan yang tercantum dalam kalimat itu, baik hiburan mau pun liburan, jika diperhatikan ada kata “ibu” yang terselip. Hiburan yang terbaik adalah berbagi cerita bersama ibu dan liburan yang indah adalah pulang bertemu dengan ibu. Continue reading “Sahur Pertama dan Keluarga”