Berkebun Di Mata Mereka

Apa kata mereka tentang berkebun? Pertanyaan ini sengaja saya lontarkan di grup LINE mau pun grup Facebook komunitas Makassar Berkebun. Dari 2.337 akun (LINE 97 akun dan Facebook 2240 akun), hanya 24 akun yang menanggapi, atau hanya 1,03% yang menaggapi dan memberi jawaban. Satu orang bisa saja tergabung dalam grup LINE dan grup Facebook, seperti saya. Continue reading “Berkebun Di Mata Mereka”

Komunitasku, Keluargaku

Kawan saya yang punya tanpang mirip dengan Ahmad Dhani, namanya Ihan, setahun ini telah telibat dalam sebuah perkumpulan orang yang senang dengan tanam-menanam. Dia mengaku ingin belajar dan ingin membesarkan perkumpulan tersebut.  Kawan saya yang lain, Tami namanya, mengaku kalau tertarik dengan isu yang dibawa oleh perkumpulan tersebut. Dengan isu itu, perempuan yang lebih lama empat tahun bergabung dari Ihan ini punya mimpi untuk selalu mengampanyekan lingkungan dan pertanian yang sehat. Continue reading “Komunitasku, Keluargaku”

Apa Kabar La Iwoi, Si Orang Sungai ?

“Kita lupa, tuk menyayanginya.

Kita hanya ingat, menikmatinya.

Kita lupa, tuk memeliharanya.

Dan kita lupa, ia sahabat kita.

Hanya mengambil lupa untuk memberi.

Hanya menikmati lupa menjaga”

Semoga Hanya Lupa – Nosstress

Belakangan ini, saya sering melakukan perjalanan ke desa-desa yang ada pada tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara. Konawe Selatan, Konawe dan Kolaka Timur adalah tiga kabupaten yang menjadi fokus pengembangan desa dan pendampingan masyarakat yang kami tangani. Tantangannya pun berbeda-beda di setiap lokasi yang kami tuju, mulai dari listrik yang belum ada, jaringan selular yang harus dibeli, jalanan yang berlumpur di musim penghujan hingga penuh debu di musim kemarau. Kondisi masyarakat yang beragam suku juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Kami harus tahu menempatkan diri dengan orang Tolaki, bersahabat dengan orang Bali, rukun dengan orang Jawa, toleran dengan orang Muna dan menyatu dengan orang Bugis. Continue reading “Apa Kabar La Iwoi, Si Orang Sungai ?”