Kopi Madu dan Dinginnya Malam Ujung Bulu

“Kulayangkan pandangku, melalui kaca jendela. Dari tempatku bersandar, seiring lantun kereta. Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah, membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna”, (Perjalanan Ini, Padi).

Seandainya saya berada dalam sebuah gerbong kereta, mungkin lirik lagu Padi Band ini sangat pas untuk didendangkan. Tapi itu hanya soal jenis transportasi saja. Justru dengan sepeda motor, saya lebih leluasa untuk memandang hamparan hijau yang memukau. Sesuka hati pun saya bisa singgah sejenak untuk melepaskan mata memandang, atau hanya sekadar menghela napas panjang menikmati segarnya udara pegunungan. Continue reading “Kopi Madu dan Dinginnya Malam Ujung Bulu”