Sulitnya Membangun Hutan

Suatu sore,  kala jam kantor telah usai, dengan beranjak melewati pintu yang berjarak tiga meter dari sisi kiri meja kerja saya. Melewati pintu, bersama segelas es kopi (siangnya saya membuat dua porsi, satu porsinya sengaja saya masukkan ke lemari pendingin biar dapat sensasi dingin di sore yang gerah), saya pun duduk menyeruput dua hingga tiga kali lalu meletakkan gelas di relief pondasi pagar. saya kemudian mengamati setiap jenis tanaman yang saya tanam di beranda belakang kantor. Ada jati, kayu kuku, sengon, akasia mangium, kale, turnip, mint, murbey, lemon, cabe, pakcoy, adas, strawbery, kaliandra, hingga ruruhi (sejenis jambu yang banyak di hutan Sulawesi Tenggara). Kegiatan ini menjadi rutinitas jika tidak sedang tugas lapangan. Continue reading “Sulitnya Membangun Hutan”

Advertisements

Tentang Hutan; Rehabilitasi atau Tinggal Kenangan

Hari libur, kita beramai-ramai menikmati suasana pegunungan. Melihat persawahan yang hijau permai, tersusun bertingkat. Bunga-bunga yang warna-warni melepaskan pesona keelokan dan harum kuntumnya menggoda para kumbang datang merayunya.  Saat mendaki ke puncak-puncak gunung, kita akan merasakan berada seperti di “negeri di atas awan”. Sungguh indah terlihat saujana yang membentang. Saking indahnya, hanya kalimat ini yang sering terucap, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”. Continue reading “Tentang Hutan; Rehabilitasi atau Tinggal Kenangan”