Sunset to Sunrise; Garam Di Laut, Asam Di Gunung.

Siang itu, setelah tidur untuk kedua kalinya, menjadi Sabtu (22 Juni 2019) yang membuat saya malas beranjak. Pasalnya, beberapa rencana yang telah  tersusun hanya berujung pada sebuah ketikajelasan. Akan tetapi, rasa lapar selalu membuat segalanya berubah. Untuk bisa tetap berpikir logis, logistik memang perlu mendapat perhatian khusus.

Saya kemudian beranjak menuju dapur, mengeksplor setiap potensi logistik tersedia untuk dimanfaatkan. Jadilah saya membuat nasi goreng kepiting di waktu yang tak lazim lagi menikmati nasi goreng, pukul 14.00 Wita. Continue reading “Sunset to Sunrise; Garam Di Laut, Asam Di Gunung.”

Advertisements

Tentang Kamu

sajak, kamu, bunga, senja, gunung

P_20181129_153329.jpg

Tentang bunga, aku mengenalmu sebagai bunga matahari.
Selalu bersinar tanpa harus menyengat.
Meneduhkan pandang.

Tentang waktu, aku mengenalmu sebagai senja.
Waktu yang membenam segala warna.
Mengurai segala perbedaan.

Tentang kesenanganku, aku mengenalmu sebagai gunung.
Tempat yang selalu menenangkan pikiran walau tak mudah ku gapai.
Menempaku dengan segala situasi.

Suporter mendaki; Bertandang Ke Mahameru

Awal Kisah

Langit sudah mulai menampakkan warna ceria tapi Lembana begitu dingin pagi itu. Tak ada kabut yang biasanya ramah menyapa pagi. Hanya desir-desir angin yang melambaikan kanopi-kanopi pinus atau kelap-kelip embun yang masih menempel di ujung-ujung daun semak. Beberapa kawan masih menikmati kebekuan dalam kepompong sleeping bag atau dengan jaket hangat. Ada juga yang duduk melingkar di atas matras dengan kompor yang sedang mendidihkan air sebagai porosnya. Continue reading “Suporter mendaki; Bertandang Ke Mahameru”