Dua Hari Mengesankan; Susah Senang Kita yang Rasa

Seperti hari-hari biasa, akhir pekan bukan lagi hal yang membuat saya harus mempersiapkan rencana sedemikian rupa. Sama saja dengan hari-hari lain, penuh kekosongan, kata jamaah penyinyiran. Tapi itu bukan masalah buat saya karena hidup memang sudah begitu. Kalau mau bermimpi, ada baiknya ke tempat tidur. Kalau mau menikmati, ya jalani dengan rasa syukur. Kalau kata kawan saya, Uccy, “Kunci bahagia itu gak perlu pusing dengan kehidupan orang lain, jalani hidupmu”.

Kunci hidup sehat terletak pada tiga perkara. Seperti yang saya tulis sebelumnya, bahwa pola hidup sehat itu tergantung pada makanan, pikiran, dan aktivitas. Ketiga elemen ini sangat penting dan saling memengaruhi satu sama lain dalam sebuah siklus. Misalkan, saya salah makan maka sugesti negatif pun akan muncul dengan berbagai dugaan. Pada akhirnya, membuat aktivitas saya menjadi kacau. Continue reading “Dua Hari Mengesankan; Susah Senang Kita yang Rasa”

Lembah Loe; Sebuah Perjalanan Antara Pelarian dan Pencarian.

Pada suatu malam, saya mendapatkan pesan lewat gawai saya yang berisi ajakan untuk ke suatu tempat. Kawan saya, yang sedang menjalani masa off-nya, meyebut Lembah Loe, menjadi tujuan. Saya sendiri butuh penyegaran, sekadar melihat rerumputan segar dengan bening embun di ujung daun kala pagi. Hampir sebulan ini, saya mengarungi lautan dengan biru laut dan langit, pada kegiatan Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa. Karena itu, saya pun menyatakan rindu pada gunung dan rimbun pepohonan. Tanpa tawar, saya iyakan ajakan tersebut.

Continue reading “Lembah Loe; Sebuah Perjalanan Antara Pelarian dan Pencarian.”

Dear Baktan, Saya Masih Himagro

Pada penghujung tahun 2002, teriknya matahari Dusun Lapapabeddae, Lamuru, Bone, menjadi saksi para Genta (Generasi Tani) ditempa untuk menjadi agronom yang tangguh. Bakti Tani (Baktan) dan Temu Pisah Alumni menjadi pintu awal bagi saya dan seangkatan saya untuk bersosialisasi langsung dengan petani dan kondisi kehidupan masyarakat desa, setelah berstatus mahasiswa. Menjadi apa kami sekarang, tak bisa dipungkiri bahwa Baktan salah satu yang membentuk kami, lalu diikuti dengan proses-proses lainnya sesuai minat masing-masing.

Continue reading “Dear Baktan, Saya Masih Himagro”