Membicarakan Cinta Lewat Segelas Cokelat dan Kopi

Perjalanan kali ini seperti ada sesuatu ¬†yang istimewah. Di bulan yang sama 10 tahun lalu, adalah kali pertama saya menjejakan kaki di tanah Sumatera, tepatnya di Jambi. Hari ini pun saya kembali ke tanah itu, meski di tempat yang berbeda, yakni di Lampung. Tujuan saya tidak jauh beda, berkaitan dengan tanaman perkebunan. Kalau dulu saya bersentuhan dengan pembibitan tanaman karet, kali ini lebih banyak ke produksi dan pascapanen kakao dan kopi. Sangat menarik menghadapi kultur dan aktivitas budidaya masyarakat di tempat yang berbeda. Dua hal yang selalu saya syukuri bahwa di tempat-tempat yang belum terpikirkan untuk saya jejaki ada orang-orang yang menerima kehadiran saya dengan baik. Selain itu, saya selalu bersyukur bahwa sesungguhnya saya ini begitu kecil dan tak berarti, sehingga saya harus belajar dan banyak belajar. Continue reading “Membicarakan Cinta Lewat Segelas Cokelat dan Kopi”

Cokelat Pulang Kampung, Bisakah ?

Matahari begitu terik dengan langit biru nyaris tidak berawan. Barisan pegunungan Abuki seolah membentengi ruang Balai Desa Garuda, Kecamatan Padangguni, hingga tidak ada gerak udara menghembus.

 

Dalam ruang yang berdinding papan beratapkan seng, telah hadir aparatur desa dan masyarakatnya. Sesaat setelah kami tiba, protokol pun membuka acara sosialisasi program yang akan kami jalankan dua tahun ke depan. Continue reading “Cokelat Pulang Kampung, Bisakah ?”

Remajakan Kakao dengan Sambung Samping

Tanaman Kakao setelah Diremajakan dan Pergantian Klon.
Tanaman Kakao setelah Diremajakan dan Pergantian Klon.

Tanamana Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah komoditas perkebunan yang memang sesuai untuk perkebunan rakyat. Tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun. Hal ini menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas perkebunan andalan. Peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedialapangan kerja dan sumber pendapatandan devisa negara. Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ke-3 dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Akan tetapi, dari segi produktivitas, Indonesia masih berada di bawah produktivitas rata-rata negara lain penghasil kakao. Continue reading “Remajakan Kakao dengan Sambung Samping”