Berkebun, Belajar, dan Berkeluarga dalam Komunitas

*Bagian Kedua*

Paruh hari pun tiba. Dari susunan acara, waktunya untuk ishoma (istirahat, sholat [dalam KBBI dibakukan menjadi salat], dan mandi eh makan). Kak Vby mengambil alih acara. Peserta dan beberapa fasilitator disilakan untuk berdiri dan mengatur jarak serentangan tangan dalam tiga saf. Kemudian peserta diperintahkan untuk memejamkan mata. Fasilitator yang bertugas lalu menutup mata peserta dengan kain secara acak dan hanya menyisakan beberapa saja. Tiap empat peserta, satu diantaranya tidak dibalut dengan kain. Selanjutnya, seluruhnya disilakan untuk membuka mata tanpa harus melepaskan kain pemutup mata bagi yang dibalut. Kak Vby selanjutnya memberi arahan bahwa telah disiapkan makanan di ruang atas, silakan menuju ke tempat tempat itu lalu menikmati santap siangnya. Continue reading “Berkebun, Belajar, dan Berkeluarga dalam Komunitas”

Advertisements

Berkebun, Belajar, dan Berkeluarga dalam Komunitas

*Bagian Pertama*

Hawa dingin Malino menyambut kedatangan kami di waktu magrib. Jalan basah terlihat dari pantulan lampu kendaraan yang melintas, gerimis dan listrik padam turut serta. Kami pun memutuskan untuk terus ke kawasan pinus, dimana para pelancong maupun pendaki bisanya mampir, katanya untuk beraklimatisasi. Selain untuk menunaikan kewajiban sebagai muslim, di tempat inilah yang cenderung ramai, baik orang maupun jajanannya saat malam telah tiba. Continue reading “Berkebun, Belajar, dan Berkeluarga dalam Komunitas”

5 Kiat Berkebun Agar Semakin Asyik

Berkebun bisa diartikan sebagai segala bentuk aktifitas di kebun. Kebun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebidang tanah yang ditanamai pohon musiman seperti buah-buahan dan sebagainya. Jadi, pekebun bisa diartikan sebagai orang yang beraktivitas di kebun atau lebih spesifiknya adalah orang yang usahanya berkebun. Continue reading “5 Kiat Berkebun Agar Semakin Asyik”