Tentang Kamu

sajak, kamu, bunga, senja, gunung

Advertisements

P_20181129_153329.jpg

Tentang bunga, aku mengenalmu sebagai bunga matahari.
Selalu bersinar tanpa harus menyengat.
Meneduhkan pandang.

Tentang waktu, aku mengenalmu sebagai senja.
Waktu yang membenam segala warna.
Mengurai segala perbedaan.

Tentang kesenanganku, aku mengenalmu sebagai gunung.
Tempat yang selalu menenangkan pikiran walau tak mudah ku gapai.
Menempaku dengan segala situasi.

Suporter mendaki; Bertandang Ke Mahameru

Awal Kisah

Langit sudah mulai menampakkan warna ceria tapi Lembana begitu dingin pagi itu. Tak ada kabut yang biasanya ramah menyapa pagi. Hanya desir-desir angin yang melambaikan kanopi-kanopi pinus atau kelap-kelip embun yang masih menempel di ujung-ujung daun semak. Beberapa kawan masih menikmati kebekuan dalam kepompong sleeping bag atau dengan jaket hangat. Ada juga yang duduk melingkar di atas matras dengan kompor yang sedang mendidihkan air sebagai porosnya. Continue reading “Suporter mendaki; Bertandang Ke Mahameru”

Membicarakan Cinta Lewat Segelas Cokelat dan Kopi

Perjalanan kali ini seperti ada sesuatu ¬†yang istimewah. Di bulan yang sama 10 tahun lalu, adalah kali pertama saya menjejakan kaki di tanah Sumatera, tepatnya di Jambi. Hari ini pun saya kembali ke tanah itu, meski di tempat yang berbeda, yakni di Lampung. Tujuan saya tidak jauh beda, berkaitan dengan tanaman perkebunan. Kalau dulu saya bersentuhan dengan pembibitan tanaman karet, kali ini lebih banyak ke produksi dan pascapanen kakao dan kopi. Sangat menarik menghadapi kultur dan aktivitas budidaya masyarakat di tempat yang berbeda. Dua hal yang selalu saya syukuri bahwa di tempat-tempat yang belum terpikirkan untuk saya jejaki ada orang-orang yang menerima kehadiran saya dengan baik. Selain itu, saya selalu bersyukur bahwa sesungguhnya saya ini begitu kecil dan tak berarti, sehingga saya harus belajar dan banyak belajar. Continue reading “Membicarakan Cinta Lewat Segelas Cokelat dan Kopi”