Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Lembaga Adat Sebagai Kontrol Sosial Di Buton Tengah

Pagi yang teduh menggiring kami memasuki sebuah teluk di wilayah Buton Tengah. Lagu “Selamat Datang Para Pelaut” kami nyanyikan tatkala dermaga ketiga pelayaran kami sudah di depan mata. Jam di tangan menunjukkan pukul 09.29 Wita kala Pinisi Pusaka Indonesia mengikatkan tali sauh di dermaga. Tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa pun mendapat sambutan hangat dari warga setempat.

Muhammad Rivaldi, yang lebih akrab disapa Aldi adalah tim darat dari dinas perikanan setempat telah menanti kedatangan kami. Tidak ketinggalan, Bapak Kepala Dinas Perikanan Buton Tengah, Muhammad Rijal, turut menyambut kedatangan kami  di Desa Lanto. Dalam sambutannya dengan tim ekspedisi, beliau menyebutkan bahwa  teluk ini sangat potensial untuk dikembangkan baik dari segi perikanan maupun budidaya lobster. Keamanan lebih terjamin karena pola pikir masyarakat tidak lagi terpasung pada kekuatan lembaga hukum yang formil melalui kepolisian tapi pada kekuatan lembaga adat. Ini kemudian menjadi sangat menarik untuk kami telusuri sebagai sebuah kajian sosial yang mungkin saja bisa menjadi contoh di tempat lain. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Lembaga Adat Sebagai Kontrol Sosial Di Buton Tengah”

Advertisements

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Melihat Kerangka Raja Baena di Kabaena

Empat puluh empat menit lewat paruh malam, kapal KM. Pusaka Indonesia melanjutkan ekspedisinya menuju ke Pulau Kabaena. Rasa was-was tetap mengikuti seiring ragam pemberitaan tentang tingginya gelombang laut. Segala kelengkapan pertahanan hidup telah kami siapkan dalam tas masing-masing jika memang dalam perjalanan nantinya kami menemui takdir buruk.

Tak lama kapal meninggalkan pelabuhan, rasa kantuk tak tertahankan. Hanya awak kapal terutama juru mudi yang masih stand by di ruang kemudi. Beberapa kawan lebih dahulu melelapkan diri di tempat yang aman dan nyaman menurut mereka. Ada yang tidur di ruang tidur yang ada dalam lambung kapal, ada yang melelapkan diri di bangku panjang yang ada di ruang makan. Ada juga yang merasa nyaman dengan memasang hammock di palka atas kapal. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Melihat Kerangka Raja Baena di Kabaena”

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Membunuh Sepi Di Bira

Bira, Bulukumba adalah destinasi pertama dari Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa. Bira juga yang kemudian menjadi tanah kelahiran kapal yang anggun ini. Saya menyebutnya anggun karena secara filosofis, Kapal Motor Pusaka Indonesia yang kami gunakan dalam ekspedisi  ini berjenis kelamin perempuan. Sifat perempuan ini juga yang kemudian menurun ke kapal ini untuk selalu tampil elok dan bersih. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Membunuh Sepi Di Bira”