Tak Ada Lautan Awan Di Ahuawali

Puncak Ahuawali Sulawesi Tenggara.

Advertisements

Ahuawali adalah nama sebuah desa di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe. Untuk mencapai Desa Ahuawali, kita bisa melalui dua rute dari Kota Kendari, yaitu melewati Unaaha, Ibukota Kabupaten Konawe atau melewati rute Motaha. Jalur tercepat adalah jalur Motaha sejauh 76 Km atau sekira dua jam berkendara.

DSC06007
Salah satu sisi eloknya Rawa Aopa

Ahuawali dalam Bahasa Tolaki berasal dari dua suku kata, yaitu Ahua (Sumur) dan Wali (berkaitan dengan Para Wali). Jadi secara harfiah, Uhuawali diartikan sebagai sumur Para Wali. Namun demikian, jangan berharap untuk menemukan sumur di bukit Ahuawali. Konon, di desa ini memang ada sumur tua yang hanya mampu dilihat oleh orang-orang tertentu saja. Atau mungkin saja, sumur yang dimaksud adalah Rawa Aopa yang luas dan memang merupakan sumur resapan alami yang mempertemukan tiga kabupaten, yaitu Konawe, Konawe Selatan, dan  Bombana. Wallahu a’lam bishawab. Continue reading “Tak Ada Lautan Awan Di Ahuawali”

5 Destinasi Wisata yang Ada Di Kendari dan Sekitarnya

Kendari adalah ibukota dari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hanya memakan waktu 55 menit via jalur udara, setara dengan naik pete-pete (angkot) ke Tugu Bambu, Paris (Pangkajene pinggir sungai).

Tidak perlu bingung soal penginapan di kota dengan land mark ‘Tugu Religi Sultra’ yang dulinya disebut ‘Tugu Persatuan’. Dua tempat yang mudah ditemukan di Kota Lulo (julukan Kota Kendari. Lulo sendiri adalah tarian dengan simbol persahabatan, juga sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan) ini adalah hotel dan rumah bernyanyi. Konon, padatnya populasi kedua tempat itu dipengaruhi oleh pertambangan yang sempat menjadi primadona di Sultra umumnya. Berbeda dengan Makassar yang dibanjiri minimarket. Continue reading “5 Destinasi Wisata yang Ada Di Kendari dan Sekitarnya”

5 Latihan Penting yang Diperoleh saat Menjadi Pegiat Alam Terbuka

Mantan wakil presiden Amerika Serikat ke-38, Huubert H. Humprey, yang juga seorang apoteker, pernah berkata, “Tidak ada gunanya punya kaki kalau hanya digunakan untuk berdiri.” Terserah teman-teman memaknai ungkapan tersebut. Tapi saya coba memaknainya dengan ‘gunakanlah kaki kalian untuk melakukan perjalanan’. Salah satu yang sering melakukan perjalanan adalah pegiat alam terbuka. Continue reading “5 Latihan Penting yang Diperoleh saat Menjadi Pegiat Alam Terbuka”