Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Sorong, Mutiara Terpendam Di Kota Kotor

Kamis 14 Februari 2019, pukul 20.20 WIT, KLM. Pinisi Pusaka Indonesia telah memasuki perairan Sorong, Papua Barat. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat kami hanya lego jangkar di tempat yang lebih teduh. Beberapa kapal pun terlihat melakukan hal yang sama. Malam yang dingin dan hujan membuat aktivitas kami menjadi tak banyak. Sehubungan besok sudah ada agenda yang menanti, ada baiknya waktu kami manfaatkan untuk beristirahat. Namun demikian, tetap ada di antara kami yang berjaga. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Sorong, Mutiara Terpendam Di Kota Kotor”

Advertisements

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Buton Rekomendasikan Perkuat Kemaritiman

Hari (Kamis, 27 Desember 2018) yang terik tapi ombak tetap dengan teduhnya mengiringi kemolekan Pinisi Bakti Nusa melanjutkan ekspedisinya. Dua jam lebih setelah kami bertolak dari Buton Tengah dan di paruh jalan kami dihibur oleh kawanan lumba-lumba, kami pun tiba di Kota Baubau, Ibukota Buton. Setelah sandar di sebuah pelabuhan perikanan dengan kondisi srus yang kuat, kami pun diarahkan pindah ke pelabuhan lainnya di sekitaran Pelabuhan Murhum. Kapal kami disandarkan di samping sebuah kapal kayu besar.

Usai olah raga rutin, hujan menyambut kami di awal malam. Oh iya, yang saya maksud olah raga rutin di sini adalah kegiatan membersihkan kapal. Kegiatan ini dilakukan kalau kapal merapat di sebuah pelabuhan, selain menjadi bagian perawatan kapal agar tetap bersih, kegiatan ini memang cukup membuat otot bergerak sehingga memicu keringat untuk keluar. Setelah itu, barulah kami secara bergantian mandi, jika ingin mandi. Menurut Mas Sobet, “Mandi hanya untuk orang-orang yang tidak bersih”, terserah kalian lah bagaimana memaknainya. Namun pada prinsipnya, mandi di kapal memang harus dengan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Buton Rekomendasikan Perkuat Kemaritiman”

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Lembaga Adat Sebagai Kontrol Sosial Di Buton Tengah

Pagi yang teduh menggiring kami memasuki sebuah teluk di wilayah Buton Tengah. Lagu “Selamat Datang Para Pelaut” kami nyanyikan tatkala dermaga ketiga pelayaran kami sudah di depan mata. Jam di tangan menunjukkan pukul 09.29 Wita kala Pinisi Pusaka Indonesia mengikatkan tali sauh di dermaga. Tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa pun mendapat sambutan hangat dari warga setempat.

Muhammad Rivaldi, yang lebih akrab disapa Aldi adalah tim darat dari dinas perikanan setempat telah menanti kedatangan kami. Tidak ketinggalan, Bapak Kepala Dinas Perikanan Buton Tengah, Muhammad Rijal, turut menyambut kedatangan kami¬† di Desa Lanto. Dalam sambutannya dengan tim ekspedisi, beliau menyebutkan bahwa¬† teluk ini sangat potensial untuk dikembangkan baik dari segi perikanan maupun budidaya lobster. Keamanan lebih terjamin karena pola pikir masyarakat tidak lagi terpasung pada kekuatan lembaga hukum yang formil melalui kepolisian tapi pada kekuatan lembaga adat. Ini kemudian menjadi sangat menarik untuk kami telusuri sebagai sebuah kajian sosial yang mungkin saja bisa menjadi contoh di tempat lain. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Lembaga Adat Sebagai Kontrol Sosial Di Buton Tengah”