Pertanian 4.0; Mau Dibawa Kemana Kita?

Pengembangan local resouces sebagai bagian dari sustainability membutuhkan input teknologi.

Sejak maraknya pembicaraan industri 4.0, semua lini mulai mengadopsi berbagai paket teknologi yang relevan. Dunia pertanian tidak mau ketinggalan untuk mencoba membangun semangat melalui otomatisasi yang terintegrasi, untuk meningkatkan standar mutu. Alasannya jelas karena pertambahan jumlah penduduk akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sehingga perlu ada adopsi teknologi yang sesuai.

Alih fungsi lahan bukan lagi masalah yang hangat untuk diperbincangkan di meja kopi. Toh tidak mungkin mengembalikan permukiman menjadi lahan pertanian yang konon adalah lahan potensial pertanian. Teknologi semestinya hadir sebagai jawaban bukan sekadar wacana. Continue reading “Pertanian 4.0; Mau Dibawa Kemana Kita?”

Sembilan Pertimbangan Sebelum Kamping Di Musim Penghujan

Manusia adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan alam semesta. Hanya saja, ada golongan manusia yang merasa menjadi bagian pengendali dari alam semesta. Selebihnya, ada pula manusia yang tetap menjadikan semesta sebagai poros inti. Mereka memesisikan diri sejajar dengan elemen lain yang membentuk tatanan kehidupan di bumi. Masing-masing elemen mempunyai peran dan kedudukan yang esensial dalam mengelola kehidupan. Saya berharap kita semua berada pada golongan kedua sebab dengan itu, Hasrat untuk saling menguasai akan tereleminasi. Dalam bahasa lain, kita mengenal istilah kemakmuran. Continue reading “Sembilan Pertimbangan Sebelum Kamping Di Musim Penghujan”

Hidup Sehat dengan Berkebun

Suatu ketika tatkala saya sedang memainkan gawai, melihat apa saja yang melintas di lini masa Facebook saya. Jari saya berhenti pada sebuah video, saya pun menontonnya. Sebuah animasi yang memarodikan kehidupan yang serba obesitas. Hanya ada satu dari sekian makhluk yang ada bisa bergerak terbang bebas. Seorang anak yang tak sengaja melihat burung tersebut, selalu mengamati aktivitasnya. Anak itu pun punya keinginan untuk terbang layaknya burung kecil tadi. Dia pun merancang sayap yang sepersisi sayap si burung. Hasilnya nihil. Hingga suatu ketika dia terus mengamati apa yang dimakan oleh si burung. Sehari-hari, si burung hanya memakan buah berry. Anak itu pun mengikuti tingkah si burung. Akhirnya, si anak pun bisa terbang dengan sayap buatannya setelah berat badannya menjadi normal. Orang-orang pun mengikutinya.

Continue reading “Hidup Sehat dengan Berkebun”