Hidup Sehat dengan Berkebun

Suatu ketika tatkala saya sedang memainkan gawai, melihat apa saja yang melintas di lini masa Facebook saya. Jari saya berhenti pada sebuah video, saya pun menontonnya. Sebuah animasi yang memarodikan kehidupan yang serba obesitas. Hanya ada satu dari sekian makhluk yang ada bisa bergerak terbang bebas. Seorang anak yang tak sengaja melihat burung tersebut, selalu mengamati aktivitasnya. Anak itu pun punya keinginan untuk terbang layaknya burung kecil tadi. Dia pun merancang sayap yang sepersisi sayap si burung. Hasilnya nihil. Hingga suatu ketika dia terus mengamati apa yang dimakan oleh si burung. Sehari-hari, si burung hanya memakan buah berry. Anak itu pun mengikuti tingkah si burung. Akhirnya, si anak pun bisa terbang dengan sayap buatannya setelah berat badannya menjadi normal. Orang-orang pun mengikutinya.

Continue reading “Hidup Sehat dengan Berkebun”

Advertisements

Dear Baktan, Saya Masih Himagro

Pada penghujung tahun 2002, teriknya matahari Dusun Lapapabeddae, Lamuru, Bone, menjadi saksi para Genta (Generasi Tani) ditempa untuk menjadi agronom yang tangguh. Bakti Tani (Baktan) dan Temu Pisah Alumni menjadi pintu awal bagi saya dan seangkatan saya untuk bersosialisasi langsung dengan petani dan kondisi kehidupan masyarakat desa, setelah berstatus mahasiswa. Menjadi apa kami sekarang, tak bisa dipungkiri bahwa Baktan salah satu yang membentuk kami, lalu diikuti dengan proses-proses lainnya sesuai minat masing-masing.

Continue reading “Dear Baktan, Saya Masih Himagro”

Hari Bumi Untuk Siapa?; Sebuah Refleksi

April kali ini memang berbeda, diawali dengan suhu panas perseteruan dua kubu calon presiden Indonsia. Lalu menjelang hari pencoblosan, yang semestinya menjadi masa tenang, justru heboh dengan sebuah tontonan. Sebenarnya masih banyak tontonan serupa yang memang cukup menyayat nurani dari sisi kemanusiaan. Tapi, begitulah film dokumenter bekerja dan memberi pengaruh. Bagaimana pun, pembuatnya juga manusia sama dengan kita yang punya sudut pandang tersendiri dalam melihat situasi. Kita pun sebagai khalayak memiliki cara pandang yang sama atau berbeda. Sah-sah saja. Setiap kita, pada suatu kondisi bisa menjadi pelaku dan korban secara bersamaan. Continue reading “Hari Bumi Untuk Siapa?; Sebuah Refleksi”