Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Uji Nyali Di Laut Maluku

Seperti sudah menjadi rutinitas jika kapal berlabuh, tiap dua hari, kami mengunjungi pasar tradisional untuk belanja kebutuhan makanan. Sepulang pasar untuk belanja logistik, menggunakan kendaraan berbasis online, di Hari Kamis, penanggalan ketujuh bulan kedua, kami bertiga (Saya, Gentur, dan Asmar), dihinggapi perasaan yang aneh. Entah karena cara membawa kendaraannya ada yang salah atau apa sehingga kami merasa pusing sesampainya di kapal. Sekira pukul sebelas dengan udara yang cukup gerah, memaksa kami harus segera menuntaskan hasil belanja di dapur karena waktu makan siang sudah menghampiri. Menu gudangan ala Jawa Tengah adalah pilihan kami siang ini bersanding dengan ikan goreng asam. Sambil menikmati memasak, rupanya tepat di paruh hari, kapal pun lepas jangkar meninggalkan Manado. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Uji Nyali Di Laut Maluku”

Advertisements

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Mimbar Bebas Di Bawah Layar bersama Bupati Muna

Pelayaran menuju destinasi kelima di Raha, Muna adalah pelayaran ternyaman yang pernah saya rasakan selama ikut di kegiatan apa pun dengan menggunakan  Kapal Layar Motor Pusaka Indonesia ini. Laju pinisi mengikuti arus selat yang memisahkan Buton dan Muna sangat tenang. Mungkin akan sangat berbeda jika pelayaran kami paksakan menuju Wanci, Wakatobi. Langit yang teduh serta ramainya sampan-sampan nelayan yang mencari peruntungan dengan memancing, kawanan tuna yang berkejaran, dan kontur-kontur pulau yang unik  adalah pemandangan yang luar biasa untuk dilewatkan. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Mimbar Bebas Di Bawah Layar bersama Bupati Muna”

Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Melihat Kerangka Raja Baena di Kabaena

Empat puluh empat menit lewat paruh malam, kapal KM. Pusaka Indonesia melanjutkan ekspedisinya menuju ke Pulau Kabaena. Rasa was-was tetap mengikuti seiring ragam pemberitaan tentang tingginya gelombang laut. Segala kelengkapan pertahanan hidup telah kami siapkan dalam tas masing-masing jika memang dalam perjalanan nantinya kami menemui takdir buruk.

Tak lama kapal meninggalkan pelabuhan, rasa kantuk tak tertahankan. Hanya awak kapal terutama juru mudi yang masih stand by di ruang kemudi. Beberapa kawan lebih dahulu melelapkan diri di tempat yang aman dan nyaman menurut mereka. Ada yang tidur di ruang tidur yang ada dalam lambung kapal, ada yang melelapkan diri di bangku panjang yang ada di ruang makan. Ada juga yang merasa nyaman dengan memasang hammock di palka atas kapal. Continue reading “Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa; Melihat Kerangka Raja Baena di Kabaena”