Akhirnya Menghadap Ke Laut

Laut sebenarnya bukan hal yang baru buat saya karena sedari kecil, saya sudah akrab dengan kehidupan laut. Hanya saja, saya kurang fasih berenang, apalagi menyelam. Saya sendiri memiliki halusinasi yang tinggi saat berada di dalam air, terutama di laut. Perasaan saya seperti ada yang memanggil-manggil lalu melambai ke arah saya kala berada dalam air. Pernah suatu ketika di Leang Kareta, Selayar, saya mengikatkan tali di salah satu kaki sebagai penanda bahwa saya sudah terlampau jauh meninggalkan perahu. Setelah tali tersentak, saya pun berputar arah ke perahu. Seiring waktu berjalan, saya memang lebih banyak berkecimpung di kawasan sekitar hutan dan gunung. Bukan berarti saya harus melupakan laut karena saya sendiri hanya bisa menyantap ikan laut. Tenggorokan saya seperti tidak ramah terhadap aroma ikan air tawar. Continue reading “Akhirnya Menghadap Ke Laut”

Advertisements

5 Latihan Penting yang Diperoleh saat Menjadi Pegiat Alam Terbuka

Mantan wakil presiden Amerika Serikat ke-38, Huubert H. Humprey, yang juga seorang apoteker, pernah berkata, “Tidak ada gunanya punya kaki kalau hanya digunakan untuk berdiri.” Terserah teman-teman memaknai ungkapan tersebut. Tapi saya coba memaknainya dengan ‘gunakanlah kaki kalian untuk melakukan perjalanan’. Salah satu yang sering melakukan perjalanan adalah pegiat alam terbuka. Continue reading “5 Latihan Penting yang Diperoleh saat Menjadi Pegiat Alam Terbuka”

Pak Putu; Menghijaukan dengan Cara Gila

Langit sudah berjelaga saat kami tiba pada sebuah lorong bernama Amboipomino. Secara administratif, kawasan ini berada di Desa Amatowo, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan. Jalan yang masih tanah padat terlihat basah dan licin. Gerimis menghampiri lalu sesaat hujan deras yang tidak berlangsung lama. Jalan pun semakin licin. Continue reading “Pak Putu; Menghijaukan dengan Cara Gila”