Sahur Pertama dan Keluarga

Sejak kokang senapan ditarik maka melajuhlah peluru dan berpisah dengan bedilnya untuk mencapai sasarannya. Sejak meninggalkan rumah di tahun 1999 lalu, saya pun sangat jarang pulang ke rumah. Paling tidak dua kali setahun saya menyempatkan diri untuk mudik.

 

Seperti slogan salah satu komunitas pejalan yang ada di Makassar, sebut saja Pajappa. “Hidup itu butuh hiburan dan liburan”. Dalam dua kebutuhan yang tercantum dalam kalimat itu, baik hiburan mau pun liburan, jika diperhatikan ada kata “ibu” yang terselip. Hiburan yang terbaik adalah berbagi cerita bersama ibu dan liburan yang indah adalah pulang bertemu dengan ibu. Continue reading “Sahur Pertama dan Keluarga”

Advertisements

Antara Kelas, Ebiet dan Lamunanku

Kelas Menulis Kepo, Membuat Out Line, Curhat

Beberapa teman sudah ada dalam ruang baca yang hampir di setiap sisinya terdapat kalimat-kalimat motivasi, selain rak buku tentunya. Ruang itu memang biasa kami jadikan kelas. Kursi dan mejanya sudah tertata dengan format huruf “U” dengan papan tulis di depan sebagai poros. Hangat sapa teman-teman membuat saya semakin semangat mengikuti kelas sore itu. Ini kesempatan pertama saya ikut belajar di Kelas Menulis Kepo Angkatan III sejak dimulai sebulan lalu.

 

Sembari menunggu peserta  kelas lainnya, teman-teman bermain dengan tebak-tebakan lirik lagu yang dinyanyikan. Beberapa syair memang terasa aneh kedengaran di telinga saya. Saya kemudian mengingat-ingat sesuatu tatkala menyebut nama Ebiet G. Ade. Sampai saat ini saya masih menyimpan beberapa lagu dan masih sering mendengar lagu-lagu pria bernama lengkap Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far. Continue reading “Antara Kelas, Ebiet dan Lamunanku”

Perjalanan Terakhir

Fiksi, Merangkai Kata

Jauh malam hari, detak jam kian terasa di telinga. Malam ini memang begitu sunyi. Tak ada serangga atau pun merdu kenari seperti malam-malam lalu. Saya merasa terbawa pada masa yang sesungguhnya telah saya pendam di palung hati.
Seperti malam ini, lima tahun lalu, Jumat pukul 02.00 dini hari. Dalam hening, dering ponsel berbunyi. Di layar bertuliskan “Tapak Kuda” memanggil. Tapak kuda adalah nama lapangan sahabat saya, dia adopsi dari nama tumbuhan yang sudah akrab di kalangan pecinta alam. Tidak salah dia menyandang nama itu, anaknya kuat dan tangguh, tenaganya seperti kuda. Langkahnya yang cepat membuat siapa pun di belakangnya akan susah mengikutinya saat berjalan, terlebih mendaki. Continue reading “Perjalanan Terakhir”