Ujung Bulu; Melihat Jeneponto dari Sudut Berbeda

Tambak Garam Di Bangkala, Jeneponto.
Tambak Garam Di Bangkala, Jeneponto.

Apa yang timbul di pikiran kalian kalau mendengar kata Jeneponto? Yang umum terbesit adalah daerah yang kering dengan garam sebagai produk utamanya. Tapi cobalah berjalan ke arah utara kota Jeneponto, kalian akan mendapatkan sesuatu yang berbeda di kota berkuda itu. Kalian akan melihat Tanah Turatea dalam konteks yang berbeda di Ujung Bulu. Ujung Bulu adalah desa yang berada dalam administrasi Kecamatan Rumbia, diapit langsung oleh Kabupaten Gowa (Cikoro) dan Kabupaten Bantaeng (Lannying). Berada pada ketinggian 1200 – 2047 mdpl di kaki Gunung Lompobattang. Untuk sampai di Ujung bulu, kita dapat menempuh tiga jalur yang berbeda, baik dari Jeneponto sendiri maupun dari Gowa dan Bantaeng. Sebanyak lebih kurang 2000 jiwa penduduk yang tersebar di tujuh dusun dengan total luas sekira 6600 Ha. Continue reading “Ujung Bulu; Melihat Jeneponto dari Sudut Berbeda”

Advertisements

Kopi Madu dan Dinginnya Malam Ujung Bulu

“Kulayangkan pandangku, melalui kaca jendela. Dari tempatku bersandar, seiring lantun kereta. Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah, membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna”, (Perjalanan Ini, Padi).

Seandainya saya berada dalam sebuah gerbong kereta, mungkin lirik lagu Padi Band ini sangat pas untuk didendangkan. Tapi itu hanya soal jenis transportasi saja. Justru dengan sepeda motor, saya lebih leluasa untuk memandang hamparan hijau yang memukau. Sesuka hati pun saya bisa singgah sejenak untuk melepaskan mata memandang, atau hanya sekadar menghela napas panjang menikmati segarnya udara pegunungan. Continue reading “Kopi Madu dan Dinginnya Malam Ujung Bulu”