Aerial Seeding; Rehabilitasi Hutan dengan Murah

Teman-teman saya di Komunitas Makassar Berkebun sering mencampur benih bayam dengan tanah atau pasir lalu menaburnya. Dulu, saya juga sering melihat nenek menggesekkan bunga kering dari bayam dengan kedua telapak tangannya di atas tanah yang telah digemburkan. Selang waktu lima hari setelahnya, akan muncul anakan-anakan bayam  yang nantinya dipelihara untuk menjadi sayuran. Ketika kita berjalan-jalan ke pedesaan yang perekonomiannya bertumpu pada kegiatan bercocok tanam, sering kita temui petani menanam jagung dan kacang dengan cara tugal. Dapat juga ditemui  di area persawahan, seperti petani yang menabur benih langsung di semua lahannya sehingga tidak perlu lagi ada pemindahan bibit nantinya.  Tindakan tersebut dinamakan tabela (tanam benih langsung), dalam istilah rehabilitasi hutan disebut direct seeding (penaburan langsung).

Direct seeding disebut sebagai teknik penaburan benih langsung di lapangan tanpa melalui tahapan persemaian. Tindakan ini umum dilakukan karena pertimbangan tenaga yang kurang, biaya pembibitan mahal dan tentunya akses menuju lokasi penanaman yang sangat sulit untuk pengangkutan bibit. Keadaan ini pun bukan tanpa kekurangan karena sebelum melakukannya, juga diperlukan perhitungan yang matang terkait kontrol yang lebih intensif pada skala yang lebih luas, mengingat fase kritis pertama yang pertumbuhan tanaman berada pada fase kecambah. Continue reading “Aerial Seeding; Rehabilitasi Hutan dengan Murah”

Advertisements