Lembah Loe; Sebuah Perjalanan Antara Pelarian dan Pencarian.

Pada suatu malam, saya mendapatkan pesan lewat gawai saya yang berisi ajakan untuk ke suatu tempat. Kawan saya, yang sedang menjalani masa off-nya, meyebut Lembah Loe, menjadi tujuan. Saya sendiri butuh penyegaran, sekadar melihat rerumputan segar dengan bening embun di ujung daun kala pagi. Hampir sebulan ini, saya mengarungi lautan dengan biru laut dan langit, pada kegiatan Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa. Karena itu, saya pun menyatakan rindu pada gunung dan rimbun pepohonan. Tanpa tawar, saya iyakan ajakan tersebut.

Continue reading “Lembah Loe; Sebuah Perjalanan Antara Pelarian dan Pencarian.”

Advertisements

Dear Baktan, Saya Masih Himagro

Pada penghujung tahun 2002, teriknya matahari Dusun Lapapabeddae, Lamuru, Bone, menjadi saksi para Genta (Generasi Tani) ditempa untuk menjadi agronom yang tangguh. Bakti Tani (Baktan) dan Temu Pisah Alumni menjadi pintu awal bagi saya dan seangkatan saya untuk bersosialisasi langsung dengan petani dan kondisi kehidupan masyarakat desa, setelah berstatus mahasiswa. Menjadi apa kami sekarang, tak bisa dipungkiri bahwa Baktan salah satu yang membentuk kami, lalu diikuti dengan proses-proses lainnya sesuai minat masing-masing.

Continue reading “Dear Baktan, Saya Masih Himagro”

Hari Bumi Untuk Siapa?; Sebuah Refleksi

April kali ini memang berbeda, diawali dengan suhu panas perseteruan dua kubu calon presiden Indonsia. Lalu menjelang hari pencoblosan, yang semestinya menjadi masa tenang, justru heboh dengan sebuah tontonan. Sebenarnya masih banyak tontonan serupa yang memang cukup menyayat nurani dari sisi kemanusiaan. Tapi, begitulah film dokumenter bekerja dan memberi pengaruh. Bagaimana pun, pembuatnya juga manusia sama dengan kita yang punya sudut pandang tersendiri dalam melihat situasi. Kita pun sebagai khalayak memiliki cara pandang yang sama atau berbeda. Sah-sah saja. Setiap kita, pada suatu kondisi bisa menjadi pelaku dan korban secara bersamaan. Continue reading “Hari Bumi Untuk Siapa?; Sebuah Refleksi”