5 Kiat Berkebun Agar Semakin Asyik

Berkebun bisa diartikan sebagai segala bentuk aktifitas di kebun. Kebun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebidang tanah yang ditanamai pohon musiman seperti buah-buahan dan sebagainya. Jadi, pekebun bisa diartikan sebagai orang yang beraktivitas di kebun atau lebih spesifiknya adalah orang yang usahanya berkebun.

Berkebun seolah menjadi spirit baru seiring maraknya pembincangan mengenai efek rumah kaca dan ketahanan pangan, terutama dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Kaum urban dengan rutinitas yang padat, menuntut mereka harus selalu dalam kondisi yang fit. Gaya hidup mereka pun berubah, termasuk dalam hal makanan. Makanan sehat dengan ragam manfaat pun diyakini berdampak positif pada daya tahan tubuh. Produk-produk makanan organik pun kian digandrungi.

Banyak orang beranggapan bahwa berkebun itu susah dan butuh keahlian khusus dalam mengerjakannya. Kalau kita mencoba berpikir jauh ke belakang, ada sejarah peradaban manusia mengisahkan  kegiatan bercocok tanam, mulai dari berpindah-pindah, hingga akhirnya menetap. Itu artinya, masing-masing dari kita sebenarnya punya bakat dalam mengolah lahan. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, kita cenderung dibentuk oleh lingkungan yang berbeda sehingga bakat itu ada yang tidak terasah dan ada yang semakin tajam.

Bagaimana supaya berkebun itu menjadi sesuatu yang asyik dilakukan? Berikut ini saya mencoba untuk menyajikan lima kiat berkebun yang asyik.

Mulailah dari tanaman yang mudah perawatannya

Kunci sukses dalam berkebun adalah perawatan. Menurut saya, perawatan itu tidak lepas dari kebiasaan, kebiasaan menjaga, kebiasaan mengurus, dan kebiasaan memelihara. Perawatan dalam berkebun meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit. Oleh karena itu, pilihlah tanaman yang muda dirawat.

Kangkung, bayam dan sawi adalah tanaman sayuran jangka pendek yang termasuk mudah perawatannya. Tanaman huas seperti puring, beromelia dan kaktus-kaktusan adalah contoh tanaman yang tidak rewel. Nenas, pepaya dan pisang merupakan tumbuhan penghasil buah yang tidak membutuhkan perhatian khusus seperti anggur.

dsc05029a
Bayam dan kangkung adalah dua contoh tanaman yang mudah perawatannya.

Jadi, buat diri kita menjadi terbiasa melakukan hal-hal seperti menyiram, memupuk dan sebagainya. Dengan begitu, kita akan penasaran dengan tanaman yang ini dan itu, akhirnya  semua bisa dirawat. Benih-benih cinta pun bisa disemai. Pepatah juga mengatakan bahwa “ala bisa karena biasa”, sepakat?

Tanamlah tanaman yang paling disukai

Dari sekian banyak tumbuhan yang hiidup di dunia ini, sudah tentu ada yang penjadi paling disukai. Sebut saja mawar. Jika kita suka dengan mawar, tentu akan sangat menyenagkan menyaksikannya tumbuh lalu mengeluarkan kuncup hingga di suatu pagi bunganya merekah indah dan wangi.

dsc05146
Mawar termasuk salah satu tanaman bunga yang memiliki banyak peminat.

Dari mawar merah yang awalnya dibeli, lalu memengaruhi pikiran untuk memberi mawar merah muda pada kekasih dari hasil tanam sendiri. Ataukah memberi kejutan mawar putih yang identik dengan ketulusan kepada orang yang melahirkan kita, pada tanggal 22 Desember.

Pada tanaman yang disukai, akan menumbuhkan ikatan yang kuat. Kemauan kita untuk merawatnya semakin tinggi. Hasrat untuk memperbanyak koleksi pun semakin menggebu-gebu. Dengan begitu, kegiatan berkebun kita akan lebih mengasyikkan.

Rajinlah mencari hal-hal baru tentang berkebun

Banyak sumber informasi yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dalam berkebun. Media informasi dan teknologi banyak menyajikan konten-konten yang bisa menigkatkan hasanah bercocok tanam. Banyak buku-buku yang sudah disajikan semenarik mungin untuk dibuka dan dipejari.

47819
Terarium dan berbagai kreasi taman mini merupakan salah satu hal yang asyik dipelajari. Gambar: Vby Utami

Melihat foto-foto tanaman atau video tutorial berkebun akan memudahkan kita memahami maksudnya. Kita bisa membandingkan dengan tanaman yang kita miliki. Melihat sesuatu yang lebih menarik dari apa yang kita miliki akan membuat kita tergugah untuk mengikutinya. Paling tidak, jika kita belum memilikinya, kita akan bersusaha memburunya. Bagi hobiis, berburu sesuatu yang ia sukai adalah hal yang sangat mengasyikkan. Berburu tanaman pun demikian.

Praktikkan hal-hal yang baru diperoleh atau dipelajari

Jangan ragu untuk berinovasi. Peragakan segala hal yang baru dipejajari. Ingat, ilmu berkebun itu ilmu terapan, semakin sering kita menerapkannya semakin banyak hal yang bisa kita pahami.

DSC00629
Pemanfaatan wadah bekas melalui cara bercocok tanam hidroponik sederhana.

Semakin sering kita mempraktikkan sesuatu yang berkaitan dengan berkebun, semakin kita menguasainya. Saya yakin, ketika sesuatu itu sudah dikuasai maka akan timbul perasaan untuk mempraktikkan hal-hal baru lainnya, dan itu juga mengasyikkan.

Bergabunglah dengan jejaring Indonesia Berkebun di kotamu.

Hampir di seluruh kota jejaring IdBerkebun, penggiatnya bukan orang pertanian. Kegiatan jejaring seperti Makassar Berkebun yang ada di Makassar pun tidak melulu soal cangkul mencangkul, gali menggali, tanam memanam, siram menyiram hingga panen. Interaksi sosial lebih dikedepankan kalam komunitas yang bergerak di segmen pertanian perkotaan ini.

dsc05140
Field trip merupakan salah satu kegiatan yang menambah pengetahuan sekaligus jalan-jalan.

Berbagi ilmu dan pengetahuan lewat kelas-kelas berkebun sampai pada acara field trip dan jalan-jalan membuat semangat berkebun lebih menyenangkan. Apalagi kalau ada acara masak-masak di kebun, itu yang paling ditunggu-tunggu. Panen bersama, masak bersama, lalu makan bersama. Yang tidak kalah mengasyikkan adalah foto bersama sembari meneriakkan, “Mari makan kangkung tumisss…”.

milad-ke-5-111016_5220
Suasana di acara hari jadi ke-5 Makassar Berkebun. foto: Doc. MksrBerkebun

Tulisan ini diikutsertakan di #Tantangan5 #KMKepo kelaskepo.org .

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s