5 Tempat Kamping Sambil Menikmati Kesegaran Air Menurut Pajappa

Kamping atau berkemah, dalam bahasa Inggris disebut camping adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan (outdoor) yang menginap dalam tenda, biasanya dilakukan untuk beristirahat dari keramaian atau sekadar menikmati keindahan alam. Kamping biasanya dilakukan di akhir pekan atau di waktu libur pada tempat-tempat yang sudah lumrah didatangi wisatawan.

Salah satu pertimbangan dalam memilih lokasi kamping atau camp site adalah ketersediaan air. Air memang menjadi kebutuhan yang vital dalam berkemah, baik untuk dikonsumsi, maupun untuk menunjang aktivitas lainnya, terrutama urusan pembuangan. Dalam kondisi darurat, tubuh bisa bertahan hingga beberapa minggu. Tetapi, tanpa air, tubuh hanya mampu bertahan hingga lima hari saja.

Pajappa merupakan komunitas jalan-jalan yang cukup aktif berkegiatan di alam terbuka. Namanya komunitas jalan-jalan, sudah pasti sering melakukan camping. Mereka pun sudah punya tempat-tempat favorit untuk berkemah. Dari sekian tempat tersebut, selain pulau, inilah lima destinasi yang sering digunakan Pajappa untuk camping sambil menikmati segarnya air mengalir.

Lembah Ramma

Lembah Ramma adalah destinasi yang sudah menjadi rahasia umum bagi para penikmat alam. Ngarai ini berada di bawah kaki Gunung Lompobattang-Bawakaraeng. Hampir di setiap akhir pekan, tempat yang memiliki banyak sungai-sungai kecil ini ramai dikunjungi. Jika “Ranu” diartikan danau (menunjuk tempat) dan “Kumbolo” diartikan berkumpul, kalau digabung menjadi tempat berkumpul, maka tidak heran jika Lembah Ramma disebut juga sebagai Ranu Kumbolo-nya Sulawesi. Kalau teman-teman Pajappa sendiri sering menyebutnya “Ramma Kumbolo”.

 

img_414011
Suasana camp site Pajappa di Lembah Ramma

Camp site favorit teman-teman Pajappa di Lembah Ramma yaitu di sekitar danau. Selain bisa menikmati refleksi pemandangan dari beningnya air danau, posisi tersebut juga jauh dari tebing. Di samping itu, masih banyak pepohonan yang bisa dijadikan shelter alami atau menjadi tempat untuk mengikat ayunan.

Danau Tanralili

Danau Tanralili mulai populer di kalangan pegiat alam sejak pertengahan tahun 2014. Sejak saat itu, Danau Tanralili seolah menjadi primadona baru dalam daftar tempat wisata favorit.  Antara Lembah Ramma dengan Danau Tanralili hanya dipisahkan oleh sungai yang menjadi kawasan hulu Sungai Jenneberang. Cukup berjalan selama sekira satu jam dari Lembah Ramma, kita sudah tiba di Danau Tanralili. Namun demikian, jalur yang umum digunakan adalah via Lengkese menuju Dusun Bawakaraeng, lalu berjalan normal selama dua jam.

Jika dibandingkan dengan jalur menuju Lembah Ramma, jalur untuk sampai di Danau Tanralili jauh lebih mudah. Itulah sebabnya destinasi ini selalu ramai untuk dikunjungi. Saya bersama dengan teman-teman Pajappa melakukan kamping di tempat ini bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2014. Waktu itu hanya ada satu tim selain kami yang camping di tepian danau yang telah menelan korban jiwa ini. Camp site-nya pun sangat terbatas karena masih banyak vegetasi pohon di sekitarnya.

a4
Suasana Danau Tanralili. Gambar : Doc. Pajappa

Suasana di danau ini tidak jauh berbeda dengan Ramma. Hanya saja, jika kita tidak segan mendaki, kita bisa menikmati air terjun yang berada di dekat danau. Selain menikmati aliran air mengalir, kegiatan lain yang bisa dilakukan di tasik ini adalah bermain kano atau memancing. Untuk berenang di telaga ini, perlu pertimbangan yang sangat matang.

Bisseang Labboro

Bisseang Labboro jika diartikan dalam bahasa Indonesia, sepadan dengan “perahu karam”. Disebut demikian lantaran di lokasi yang berada kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini terdapat batu yang menyerupai bentuk perahu yang karam.

dsc_02951
Suasana paggi di Bisseang Labboro. foto : Wirdhan

Destinasi ini juga masuk dalam tempat wisata yang sering dikunjungi Pajappa, baik dalam bentuk jalan sehari, mau pun camping semalam. Bermalam di tempat ini tidak perlu membawa sleeping bag karena suhunya lebih hangat. Selain menikmati aliran air yang menyegarkan, kita juga bisa melihat beberapa satwa penghuni taman nasional seperti monyet, iguana, soa-soa, dan ragam kupu-kupu.

Bella Bori

Sebenarnya tempat ini bukan tempat wisata seperti yang telah saya bahas di atas. Lokasi tersebut tidak lain adalah kebun milik salah seorang pegiat alam di Pajappa. Selain jarak tempuh yang tidak jauh dari Kota Makassar, sekira satu jam perjalanan, lokasi ini juga memiliki keindahan tersendiri. Lokasi ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi wahana agroekowisata.

DSC06078
Suasana Camp peserta Educamp #1 Pajappa di Bella Bori

Kebun ini dikelilingi oleh air yang mengalir. Lahan berkontur membuat kita seperti kamping di sebuah lembah. Di bagaian tertingginya terdapat kolam yang berisi ikan. Dari kolam tersebut mengalir membentuk air terjun dan sungai yang bertemu dengan sungai utama. Waktu kunjungan yang baik adalah saat musim buah langsat dan matoa. Di malam hari, jika langit cerah, kita bisa menyaksikan taburan bintang yang lerlihat lebih dekat.

Pajappa sering menggunakan lokasi ini untuk camping yang melibatkan banyak peserta. Alasannya sederhana, mudah membawa peralatan dalam jumlah yang banyak karena bisa dijangkau kendaraan roda empat.

Lembanna

Lembanna merupakan nama yang begitu populer di kalangan penikmat ketinggian, khususnya di Sulawesi Selatan. Lingkungan Lembanna menjadi titik awal pendakian menuju puncak Gunung Bawakaraeng. Dari kota Makassar, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama dua jam.

Ada dua pilihan site camp untuk berkemah di tempat ini. Jika peserta banyak, sebaiknya memilih lokasi di hutan pinus. Sebaliknya, jika peserta cukup dengan tiga tenda berkapasitas 3 – 4 orang, maka pilihan yang biasa dilakukan oleh Pajappa adalah bagian atas air terjun.

4
Pemandangan Air Terjun Lembanna. Foto : Doc. Pajappa.

Selain suasana sejuk yang disajikan oleh Lingkungan Lembanna, sudah tentu segarnya air yang mengalir serta panorama air terjun yang memukau. Di bagian atas air terjun, kita juga bisa menikmati terbenamnya matahari jika tidak sedang berkabut.

Itulah lima destinasi favorit Komunitas Pajappa jika ingin menikmati alam dengan sajian kesegaran airnya. Selain kelima destinasi di atas, teman-teman Pajappa juga biasa kamping di Leang Londrong – Pangkep, Desa Kahayya – Bulukumba, Sungai Ule’ – Barru, dan masih banyak tempat lainnya yang tentu menyajikan air segar sebagai elemen utamanya.

Tulisan ini diikutsertakan di #Tantangan5 #KMKepo kelaskepo.org .

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s