5 Tahapan yang Dilakukan Sebelum Berkegiatan Di Alam Terbuka

Akhir pekan dan libur adalah waktu yang sangat berharga bagi kaum urban.  Bagi mereka yang memiliki rutinitas padat bahkan boleh dikatakan monoton sepanjang hari, tentu membutuhkan suasana yang berbeda di hari libur. Tidak hanya bagi kaum pekerja saja, rutinitas di kampus mau pun sekolah juga kadang membuat pikiran jenuh dan butuh penyegaran. Terlebih lagi bagi mereka yang memang punya hobi derkegiatan di alam terbuka, baik itu camping, mendaki, susur hutan, susur gua, susur sungai dan sebagainya.

Sejatinya, liburan dibuat untuk melepaskan kepenatan pada hari-hari sebelumnya. Jangan sampai sepulang berlibur malah mendatangkan masalah yang bisa mengganngu aktivitas utama. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mempersiapkan kegiatan berlibur, terutama yang kerkegiatan di alam terbuka.

Bagaimana mempersiapkan liburan yang baik? Berikut saya sajikan lima tahapan yang perlu dilakukan selebum berkegiatan di alam terbuka.

Menyusun Rencana Kegiatan

Kunci utama keberhasilan berkegiatan di alam terbuka adalah adanya persiapan yang matang. Paling tidak, dalam perencanaan sudah ditetapkan waktu dan tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. Siapa saja yang terlibat  dalam perjalanan tersebut. Rencana kegiatan atau itinerary yang telah dibuat akan membatu perjalanan atau kegiatan berjalan lebih hidup karena sudah ada gambaran aktivitas yang disusun berdasarkan waktu kejadiannya.

Kalau teman-teman Pajappa biasanya menggelar meet up atau rapat untuk membahas detail kegiatan. Rapat ini biasanya dilakukan tiga hari sebelum kegiatan berlangsung. Dalam pertemuan ini,  dilakukan pembagian tugas serta mengatur hak dan kewajiban setiap peserta selama kegiatan berlangsung.

412633
Suasana meet up Pajappa dalam menyiapkan sebuah kegiatan. Foto : Doc. Pajappa

Mempelajari Lokasi Berkegiatan

Sambil menyusun perencanaan, jangan lupa untuk mencari berbagai informasi mengenai lokasi yang dituju. Hal ini sangat berkaitan dengan tahapan-tahapan selanjutnya, seperti persiapan fisik dan perlengkapan. Di dunia yang melek teknologi seperti sekarang tentunya lebih mudah untuk mengakses informasi. Jadi, bukan sebuah alasan jika kita berkegiatan di suatu tempat tanpa mengetahui kondisi terkini zona tersebut.

Persiapkan Fisik dan Mental

Namanya berkegiatan di alam terbuka sudah tentu membutuhkan dukungan fisik. Berdasarkan rencana yang telah dibuat, paling tidak kita sudah punya ukuran kesiapan secara fisik saat berkegiatan di lokasi tersebut.

Melakukan olahraga secara rutin sebelum berkegiatan akan sangat membatu. Hal itu membuat tubuh akan terbiasa, sehigga rasa lelah yang berlebih setelah beraktivitas bisa dihindarkan. Persiapan mental juga sangat penting karena saling mendukung antara kejiwaan dan keragaan. Bahkan Tata Rasyid, seorang tokoh yang sudah tidak asing lagi bagi para pendaki di kawasan Gunung Bawakaraeng, sering menyebutkan, “Tiga hal yang harus dipersiapkan sebelum mendaki adalah fisik, mental dan mantel”.

Persiapkan perlengkapan

Saya mencoba mengutip lirik lagu Project Pop yang berjudul –Kemping. “Liburan kami pergi kemping, di kawah gunung berapi. Janji kumpul di depan pasar, mau naik kereta api. Kami lihat barang bawaan, ada gitar, tikar dan cemilan. Tapi, oh kami lupa bawa tenda.”

Jangan sampai kejadian seperti itu terjadi karena akan sangat mengganggu dan akan beresiko untuk melanjutkan perjalanan. Masih mending jika hal itu disadari sebelum pendakian misalnya, karena masih memungkinkan untuk menyewa tenda.

Persiapkan perlengkapan seperlunya, sesuaikan dengan itenerary yang telah disusun dan jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut. Ingat, barang bawaan yang tidak habis terpakai akan dibawa pulang juga. “Sakitnya tuh di sini”, tunjuk ke pundak.

Persiapkan Logitik

Logistik dalam hal ini adalah makanan dan obat-obatan. Keduanya harus dipersiapkan dengan baik. Kalau perlu, buatlah list bahan makanan yang dibawa berdasarkan kebutuhan energi per individu. Sebisa mungkin membawa bahan makanan yang bobotnya lebih ringan namun nilai gizinya tinggi. Jangan membawa bahan makanan yang membutuhkan waktu lama di depan kompor untuk membuatnya siap disantap karena sudah tentu menyita waktu. Kecuali jika rencana kegiatan yang disusun memang dibuat untuk berlama-lama di dpan kompor, memasak bersama sambil mendengar cerita satu dengan yang lainnya.

trip-danau-tanralili_8023
Salah seorang pegiat alam terbuka menyiapkan sarapannya. Foto: Doc. Pajappa

Sebagai bagian dari waspada terhadap sesuatu yang tidak diinginkan, sebaiknya persiapan logistik dilebihkan. Misalnya, itenerary yang disusun menyebutkan kita akan makan sebanyak lima kali, maka sebaiknya dibuat enam atau tujuh kali.

 

Setelah semuanya dipersiapkan dengan baik, bisa dipastikan liburan atau perjalanan kita akan berlangsung dengan baik. Kalau pun ada hal yang tidak diinginkan terjadi, itu di luar kuasa kita sebagai perencana. Sebab itu, jangan lupa untuk berdoa sebelum berangkat agar diberi kelancaran dalam beraktivitas.

Selamat berualang, selamat menikmati indahnya alam dan jangan lupa untuk merawatnya. Jadi, kemana kita ngapain?

Tulisan ini diikutsertakan di #Tantangan5 #KMKepo kelaskepo.org .

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

2 thoughts on “5 Tahapan yang Dilakukan Sebelum Berkegiatan Di Alam Terbuka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s