Ring Bag Di Mata Pegiat Alam Terbuka

Berkegiatan outdoor seperti menjadi peradaban baru dalam lima tahun terakhir. Tidak dipungkiri, film “5 cm” yang rilis di penghujung tahun 2012, memang banyak mengubah pandangan khalayak akan dunia travelin. Belum lagi tayangan-tayangan televisi yang menjagkau hampir seluruh lapisan masyarakat di negeri ini pun banyak menyajikan keseruan berkegiatan di alam terbuka.

Pegiat jalan-jalan tentu identik dengan tas ransel melekat di punggugnya, entah daypack atau pun carrier. Ternyata, rata-rata dari mereka tidak cukup membawa satu tas saja. Selain tas yang sudah ada di punggung, ada pula tas kecil yang dijinjing, diselempang atau diikat melingkar di perut atau paha, yang lebih sering disebut ring bag.

10801483_10203169756954416_661916857800724443_n
Ring bag milik saya yang sudah seperti penjual gantungan kunci.

Ring bag ini memiliki ragam ukuran dan bentuk, tinggal disesuaikan dengan selera dan jenis barang yang sering dibawa serta saat berkegiatan outdoor. Tentunya banyak barang yang tersimpan dalam tas yang tentu ukurannya jauh lebih kecil dari carrier itu. Berikut lima barang atau benda yang biasa didapati menurut teman-teman di Komunitas Pajappa.

Handphone (HP)

Benda yang sedia kalanya diperuntukkan sebagai alat telekomunikasi ini pun melakukan metamorfosis mengikuti perkembangan zaman. Sesuai dengan fungsi dasarnya, telepon seluler sudah tentu digunakan untuk berkomunikasi dengan orang rumah, kerabat, teman atau seseorang yang spesial. Paling tidak untuk menjawab pertanyaan “Kamu di mana, dengan siapa, semalam berbuat apa?”, kata Kangen Band.

Telepon genggam saat ini semakin memanjakan para pejalan dengan berbagai fasilitasnya. Fungsi ganda benda ini adalah alat merekam kejadian atau momen baik berupa foto maupun video. Saat ini, jalan-jalan tanpa dokumentasi ibaratnya sayur bening tanpa garam, hambar. Kurni, salah seorang anggota komunitas Pajappa ketika ditanya, “Mengapa membawa handphone saat berkegiatan outdoor?” Jawabnya singkat dan lugas, “Untuk mengabadikan momen”.

Di sisi lain, handphone juga sudah banyak yang yang dilengkapi fasilitas GPS (Global Positioning System). Berbagai aplikasi yang bisa dioperasikan melalui HP tentunya sangat bermanfaat dalam dunia jalan-jalan, terutama fungsi navigasi.

Notebook (Buku Catatan)

Saya juga termasuk orang yang senang membawa buku catatan dalam ring bag saat bepergian. Fungsinya sudah tentu untuk mencatat temuan-temuan yang didapati saat jalan-jalan, syukur-syukur bisa menjadi out line yang memudahan saya menceritakan perjalanan tersebut lewat tulisan di blog.

Kawan saya, Anshari Wijaya, seorang pejalan yang pernah mengendarai sepeda ke Lembah Ramma dan juga mantan ketua Pesta Komunitas Makassar (PKM) 2015 juga selalu membawa notebook saat dalam tas kecilnya. Lain Saya, lain Ari, sapaan Anshari. Ari rupanya gemar merangkai kata saat jalan-jalan. Catatan-catatan tersebut dinamainya “#PadaSuatuRindu”. Romantis juga kakak yang satu ini.

Snack (Makanan ringan) dan Permen

Seorang barista muda di coffee shop Brew Brothers, bernama Maulana, lebih akrab disapa Lana, juga sering menggunakan ring bag saat berkegiatan di alam terbuka. Lana rupanya lebih senang mengisi ring bag-nya dengan panganan yang berukuran kecil seperti berbagai jenis cokelat dan permen. Paling tidak, menurut Lana, panganan tersebut bisa dinikmati sambil menunggu waktu makan yang sebenarnya. Menyimpannya di ring bag membuat makanan-makanan itu lebih mudah untuk diraih meskipun sambil berjalan.

Pisau Lipat

Saat bepergian di alam terbuka, memang sangat penting membawa pisau lipat. Selain digunakan saat aktivitas masak memasak, pisau juga berguna sebagai perlindungan diri dalam kondisi tertentu, seperti ada serangan binatang buas. Seiring perkembangannya, pisau lipat pun kian memodifikasi diri. Saat ini banyak dijumpai pisau lipat multifungsi yang dilengkapi dengan sendok, garpu, pembuka botol, pemotong kuku dan sebagainya.

Seperti yang dikatakan oleh kawan saya, Rahmat Widodo, mantan salah satu “ade pitue” di salah satu komunitas jalan-jalan di Makassar, “Saya membawa pisau lipat karena praktis, sudah ada paket sendok dan garpunya”. Ukuran pisau lipat yang kecil memang sangat memungkinkan untuk diselipkan dalam ring bag saat berkegiatan di alam terbuka, terutama ekspedisi.

Dompet

Hal ini sudah lumrah dilakukan. Menyimpan dompet di saku celana saat berkegiatan di alam terbuka, terutama mendaki memang lebih beresiko. Selain gampang basah, baik oleh keringat, dompet di saku celana kadang membuat langkah sedikit terganngu. Menurut Wahyu Wardana yang lebih akrab disapa Ijo, seorang pejalan yang mudah bergaul dengan orang-orang yang baru ia kenal,  “menyimpan dompet di ring bag membuat kartu-kartu lebih aman dari patahan serta tidak muda tercecer”.

Nah, itulah lima benda yang cenderung dipapati dalam sebuah ring bag teman-teman di Pajappa. Tentunya masih banyak lagi benda-benda lainnya seperti obat-obatan, korek api, hingga lotion. Pada prinsipnya, ring bag adalah tas dengan kapasitas yang sangat terbatas dan mudah merai barang-barang yang tersimpan di dalamnya. Tinggal bagaimana penggunanya menyesuaikan kebutuhannya dengan kapasitas tas selempangnya itu.

Tulisan ini diikutsertakan dalam #Tantangan5 #KMKepo kelaskepo.org .

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s