Puasa, Kemana Kita Ngapain?

Puasa bagi sebagian orang membuatnya enggan beranjak dari tempat tidur. Bawaannya, tempat yang paling menyenangkan adalah kasur. Tidak heran jika Ramadan berlalu, bukannya penurunan lemak, yang ada malah tambah berat badan.

Memang tidak ada salahnya tidur sepanjang hari dalam keadaan berpuasa, bahkan para ulama pun sepakat kalau puasanya tetap sah. Hanya saja, sangat disayangkan jika pada bulan yang penuh keutamaan ini dilewatkan dengan tidur bermalas-malasan saja. seyogyanya seorang muslim mengambil manfaat darinya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, mengais rezeki, mencari ilmu, atau pun melakukan perjalanan.

Terkait dengan perjalanan atau trip saat berpuasa, tentunya kita harus mempersiapkan diri sejauh mungkin dengan tetap menjaga kondisi kebugaran tubuh. Secara fisik, puasa hanya waktu makan yang berpindah. Apa lagi kalau mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi saat sahur, pastinya akan mampu menjaga kebugaran saat beraktivitas seharian. Hanya saja, memang perlu dikurangi aktivitasnya, jika pada hari biasa kita mampu menjangkau empat destinasi maka saat berpuasa, cukup separuhnya.

Terkait dengan hal di atas, sebaiknya kemana kita bepergian saat berpuasa? Berikut lima tempat yang dapat dikunjungi saat berpuasa.

  1. Masjid

Selain memuliakan rumah ibadah, banyak hal yang bisa dilakukan di masjid. Mempelajari sejarah pembangunan beserta arsitektur sebuah masjid juga menarik dan tentu menambah pengetahuan. Sekadar duduk iktikaf dalam masjid juga mampu meningkatkan kedekatan diri dengan Tuhan. Melaksanakan salah tarawih di berbagai masjid juga sangat menarik untuk dilakukan di malam hari.

  1. Makam Raja-Raja

Berkunjung ke makam para raja tentunya menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap mereka. Tidak ada salanya mengunjungi makam mereka seyara mendoakannya. Paling tidak, bertandang ke kompleks-kompleks pemakaman raja-raja juga menambah pengetahuan sejarah. Bukankah dengan mempelajari sejarah merupakan bentuk penghargaan kita kepada para pendahulu? Hanya saja jangan berkunjung ke makam saat siang bolong apa lagi malam hari.

  1. Museum

Tidak jauh beda dengan masjid-masjid tua dan makam para raja. Berkunjung ke museum juga lebih banyak mengantar kita pada kilas balik peradaban yang pernah terjadi di suatu tempat. Berkunjung ke museum bisa dilakukan saat matahari mulai meninggi. Aktivitas dalam ruangan membuat kita terhindar dari paparan langsung sinar matahari. Dengan demikian, kita bisa terhindar dari dehidrasi yang nantinya malah menggoda untuk membatalkan puasa.

  1. Pusat Jajanan

Pusat jajanan menjadi pilihan yang paling menarik untuk dikunjungi saat bulan Ramadan. Biasanya pusat-pusat jajanan ini juga membuka lapak setelah asar saat matahari sudah condong ke barat. Berjalan-jalan sambil mencari takjil berbuka juga membuka ruang bagi kita untuk senantiasa bersosialisasi dengan orang-orang luar. Setelah mendapatkan takjil yang kita inginkan, kita bisa mencari tempat menunggu waktu berbuka sambil menikmati senja.

  1. Wisata Alam

Siapa bilang kita tidak bisa menikmati wisata alam saat berpuasa? selama persiapan dilakukan secara matang, mengunjungi tempat-tempat wisata alam tidak akan mengganggu puasa kita. Dalam hal ini, perlu beberapa pertimbangan khusus dalam memilih destinasi. Usahakan memilih destinasi yang tidak membutuhkan jalan kaki yang lama, terutama siang hari. Kalau pun memilih tempat-tempat yang sedikit lebih menantang seperti mendaki gunung, usahakan memilih gunung yang membutuhkan waktu tempuh dibawah dua jam. Bahkan kalau persiapan matang dan betul-betul sudah mengetahui jalur menuju tempat camp, lakukan saja di malam hari setelah salat tarawih. Dengan begitu, kita masih punya waktu untuk istirahat lalu bangun untuk makan sahur. Siang harinya, kita tinggal menikmati sejuknya alam dengan mengaji atau membaca buku-buku yang telah disiapkan sebelumnya di bawah rindang pepohonan.

 

Selain gunung, banyak pilihan wisata alam yang cukup dijangkau dengan mengendarai sepeda motor  atau mobil. Menikmati sejuk udara di bawah tajuk pohon hutan kota sambil berdiskusi dengan teman-teman juga menarik. Selain mempererat pertemanan, juga saling menambah pengetahuan lewat tukar pikiran.

Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal bermalas-malasan di atas kasur sambil menunggu waktu berbuka. Jangan takut untuk keluar rumah. Bukankah setan dipenjara selama bulan Ramadan? Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu Jahannam akan ditutup dan syaitan-syaitan pun dibelenggu””, (H.R. Bukhari dan Muslim).

 

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

2 thoughts on “Puasa, Kemana Kita Ngapain?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s