Perbanyak Terong Melalui Stek

Terbayang jika di balik tudung saji meja makan telah terhidang terong balado, tentu selera makan kita akan menjadi lebih tergugah. Terong dengan nama ilmiah Solanum melongena merupakan keluarga dari terong-terongan atau Solanaceae. Terong masih satu keluarga dengan cabe, tomat, kentang, leunca, tembakau dan kecubung. Tanaman ini sendiri bukan asli Indonesia, melainkan hasil introduksi dari daratan India dan Sri Lanka.

Sejauh ini tanaman terong dibudiyakan secara konvensional di lahan terbuka. Namun tidak jarang dijumpai ditanam di pot untuk mempercantik halaman maupun teras rumah. Bunga yang ungu juga tak kalah cantiknya dengan tanaman hias, belum lagi jika tanamannya sudah berbuah. Buah yang bergelantungan akan menambah nilai estetika tentunya.

Terong dalam pot tampak cantik dan tentu meningkatkan produktivitas halaman.
Terong dalam pot tampak cantik dan tentu meningkatkan produktivitas halaman.

Terong dapat dikembangbiakkan dengan menggunakan biji dari tanaman yang sudah matang sebagai benih. Tanaman ini akan berbuah mulai 60 – 75 hari setelah tanam. Sejak panen pertama, masa panen terung (nama lain terong) akan berlangsung 3 – 4 bulan.

Bagi kaum urban farmer, tidak perlu menunggu lama untuk menyemaikan benih terong sampai siap tanam sebulan ke depan. Ataukah tanaman terong kalian sudah mulai kurang produktif. Bisa juga katarrung (bahasa Palopo) kita sedang subur-suburnya sehingga perlu dilakukan pemangkasan. Tanaman buahnya mampu memperlancar pencernaan ini, bisa dibiakkan melalui stek.

Stek dapat diartikan sebagai perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman, baik akar, batang, daun maupun tunas, dengan tujuan menghasilkan individu baru. Berdasarkan bagian tanaman yang digunakan maka dikenal istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan sebagainya.

Stek akar bisa dilakukan pada sukun dan jambu biji. Stek batang maupun pucuk lebih umum dan banyak tanaman yang bisa, termasuk terong. Stek daun biasanya dilakukan pada tanaman sekulen seperti lidah mertua dan begonia.

Tanaman yang dihasilkan dari stek akan menghasilkan sifat yang relatif sama dengan induknya. Tidak semua stek menghasilkan individu yang sama persis dengan induknya. Contoh sederhana, stek daun Sansevieria (lidah mertua) yang variegata (ada garis kuning di daun) jika sudah tumbuh akan menghasilkan individu non variegata. Contoh lain pada ubi kayu, turunan kelima dari stek batangnya akan menggeser sifat induknya.

Keuntungan pembiakan melalui stek tentu dapat memangkas umur remaja tanaman. Jadi bisa dipastikan bahwa lama menunggu masa panen bisa dipangkas separuh dari lama waktu mulai dari semai hingga panen. Hanya saja, untuk kepentingan penghijauan terutama di kawasan yang sering dilanda angin kencang, sebaiknya jangan menggunakan bibit dari stek. Sistem perakaran yang dangkal akan membuat tanaman lebih mudah roboh.

Nah, bagaimana menyetek tanaman boddong (bahasa Makassar) ini? Ambillah tunas terong, jangan yang sedang berdaun muda karena cenderung mudah dehidrasi. Gunakan pisau atau gunting pangkas yang tajam agar potongan tidak rusak. Potong dengan sudut 30˚/60˚ untuk memperluas bidang tumbuh akar. Logikanya, semakin luas penampang, semakin banyak akar yang tumbuh. Semakin banyak akar maka daya serap tanaman terhadap air dan nutrisi semakin tinggi tan tanaman menjadi kokoh.

Cabang dari terong yang siap distek.
Cabang dari terong yang siap distek.

Hilangkan sebagian daun. Tujuannya adalah untuk mengurangi laju transpirasi (penguapan air dari tanaman) ke udara. Dengan begitu, stek yang notabenenya hanya mengandalkan air yang tersimpan dalam sel bisa bertahan sampai terbentuknya akar.

Daun bahan stek yang dipangkas untuk mengurangi transpirasi.
Daun bahan stek yang dipangkas untuk mengurangi transpirasi.

Tancapkan bahan stek pada media tanam. Media tanam yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kandang atau kompos dan pasir dengan perbandingan volume yang sama. Jika ada arang sekam, boleh juga ditambahkan sebagai pelengkap. Tidak perlu dalam-dalam menacapkan stek, cukup 2 – 3 cm saja. Untuk mengurangi penguapan yang berlebih, sebaiknya stekan disungkup. Gunakan saja wadah bekas berupa botol plastik air mineral. Seminggu kemudian, tanaman yang kaya akan kalsium ini akan memunculkan tunas barunya. Fungsi kalsium adalah menguatkan sendi dan tulang. Terong-terongan baik dikonsumsi untuk kalian yang suka mendaki.

Stek disungkup dengan botol plastik bekas sebagai bahan anti transpirant.
Stek disungkup dengan botol plastik bekas sebagai bahan anti transpirant.
Tunas baru mulai muncul setelah satu minggu dari peyetekan.
Tunas baru mulai muncul setelah satu minggu dari peyetekan.

Setelah 2 – 3 minggu dari penancapan stek, akar pun akan tumbuh. Umumnya, stek dengan menggunakan bahan pucuk lebih dajulu menumbuhkan tunas. Sebaliknya, jika bahan stek dari batang atau cabang, cenderung menumbuhkan akar terlebih dahulu. Hal itu disebabkan oleh mekanisme kerja hormon antara auksin dan sitokinin. Pada ujung-ujung titik tumbuh lebih dominan auksin, yang memicu pertumbuhan tunas.

Tampak akar yang sudah tumbuh di umur dua minggu.
Tampak akar yang sudah tumbuh di umur tiga minggu.
Kondisi tanaman sebelum dicabut dengan adanya pertambahan daun, umur 3 minggu.
Kondisi tanaman sebelum dicabut dengan adanya pertambahan daun, umur 3 minggu.

Pada umur 45 – 60 hari, tergantung pemeliharaan, tanaman yang dijuluki apel cinta di Eropa ini sudah mempu berbuah. Tanaman yang kaya akan vitamin dan flavanoid mampu melancarkan perdaran darah. Tentunya peredaran darah yang lancar akan mematahkan mitos jika terong itu melemahkan keperkasaan pria. Dengan catatan, peyebabnya adalah gangguan sirkulasi darah.

Mudah kan untuk menghasilkan terong baru dengan cara stek? Bukan Cuma terong-terongan, cabe-cabean dan tomat-tomatan pun bisa dibiakkan dengan stek. Jeruk Kumquat atau kingkit yang merupakan keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae) pun tumbuh dengan baik dalam pot, asalnya dari stek. Prinsip kerjanya sama saja. Menyenangkan bukan ?

So, ambil gunting dan pisaumu. Mulailah bereksperiment.

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s