Belajar dari Lelaki Gondrong

Malam itu ketika kepala sedikit pusing akibat perjalanan jauh melewati jalan berliku dari sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Lompobattang. Di sosial media telah ramai pemberitaan mengenai larangan mahasiswa gondrong masuk perpustakaan di sebuan universitas negeri di Makassar. Di group line Kelas Menulis Kepo pun sudah saling mengabari bahwa pemateri sudah ada di kelas. Dengan semangat yang tersisa, saya pun langsung menuju ke Kedai Pojok Adhyaksa, tempat kelas kami dilangsungkan.

Sepertinya kelas sudah dimulai, nampak di layar proyektor menampilkan artikel. Dalam forum kecil itu sudah terdapat dua sosok lelaki yang berambut panjang. Lelaki yang berabut panjang dan keriting adalah penjaga kelas kami, sebut saja dia Kak Anchu. Gondrong yang satunya lagi bertubuh tinggi dan kurus adalah guru kami malam itu. Namanya Eko Rusdianto, seorang penulis lepas yang sesekali menulis di Historia, Pindai dan Mongabay. Materi kelas kami malam itu adalah -slow journalism dan bagaimana menulis sains ke tulisan populer-.

Suasana Kelas yang dipandu oleh lelaki gondrong. Foto by Lelaki Bugis
Suasana Kelas yang dipandu oleh lelaki gondrong. Foto by Lelaki Bugis

Sebagai pembuka, Kak Eko menegaskan bahwa seorang penulis harus bebas nilai. Dalam keadaan seperti ini, penulis akan mampu memposisikan diri untuk dapat melihat seobjektif mungkin mengenai apa yang akan ditulis.

Slow journalism, seperti yang dilakukan oleh Paul Salopek dalam perjalanan “Out Of Eden”nya. Saatnya wartawan berjalan kaki. Dengan demikian, slow journalism akan bergerak lebih lambat. Hal ini dilakukan agar kita lebih dekat dengan sumber berita. Hasilnya adalah pendalaman makna.

Untuk memulai riset dalam menulis sains, kita lebih dahulu menetukan tema apa yang akan kita tulis. Selanjutnya, cari informasi awal tentang objek yang ingin kita tulis. Langkah ini bisa ditempuh dengan pengkajian literasi yang sudah ada sebelumya. Bisa juga dari opini yang berkembang dalam masyarakat terkait objek penelitian. Kuatkan data yang kita punya dengan melakukan wawancara.

Dalam hal wawancara, kita harus hati-hati dalam memilih narasumber. Salah dalam memilih narasumber akan berakibat fatal terhadap apa yang dituliskan nantinya. Carilah informan sebanyak mungkin untuk memvalidasi data yang ada. Upayakan, minimal tiga orang informan yang diwawancarai. Jika kurang dari tiga orang, yakin saja tulisan yang dihasilkan akan jelek, tegas Kak Eko.

Buatlah outline dengan menuangkan hasil riset dalam beberapa bagian. Kerangka tulisan akan membuat tulisan menjadi terarah dan konseptual. Outline akan membatu kita agar tidak terjadi perulangan topik. Selanjutnya tinggal bagaimana mengombinasikan informasi yang tersaji dalam outline. Dengan begitu, ada pola hubungan timbal balik yang tersaji dengan baik dalam sebuah tulisan.

Jangan abaikan deskripsi”. Deskripsikan suasana yang ada saat melakukan riset. Suasana akan terbangun jika tulisan menyajikan deskripsi kejadiannya. Suasana yang hidup lewat dskripsi akan menuntun pembaca cepat memahami informasi yang ingin disampaikan dalam tulisan kita.

Seperti itu materi yang sempat saya catat. Selama materi pun kami banyak diperlihatkan tulisan-tulisan yang terkait dengan tema yang diusung oleh kakak penjaga sekolah. Terima kasih Kak Eko dan Kak Anchu, lelaki gonrdorng yang sudah menginspirasi.

Jadi, tidak perlu lah dipersoalkan tentang gondrong. Tampakan fisik bukan jaminan untuk kita menyatakan seseorang sebagai Lambrozo. Lambrozo adalah istilah pada karakter fisik yang menggambarkan kejahatan seseorang. Ustad Hariri dan Muhammad Ali Sadikin adalah dua contoh ustad yang berambut gondrong. #IstandWithGondrong.

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s