Kopi Hari Ini

Kopi gelas pertama hari ini.
Seperti kata Hari Mukti dalam lagunya, Satu Kata.
“Ada banyak kata ketika ingin bicara, tentang bara di dada cukup satu kata… Cinta !”. Lewat kopi pagi ini, luapkan tawa sisa tangis semalam.
Lewat kopi pagi ini, mari sama membuka diri. Dengan kopi pagi ini, mari sama berhadap diri.

Kopi gelas kedua, ada mata menatap rupa.
Patah dan tumbuh, hilang berganti. Begitulah dalil pepatah lama.
Dan seperti itulah kehidupan mengalir.
Tak perlu melihat kita di posisi mana tapi bagaimana kita menjalani sesuai fungsi dan kapasitas kita.

Kopi gelas ketiga.
Ada tiga hal yang tak berubah, hitam, pekat dan konsisten.
Seperti kepercayaanmu yang menghitamkan pandanganku pada yang lain.
Seperti setiamu yang berkarang dan tak mampu ku khianati.
Dan seperti caramu mencintai yang selalu sama.

Kopi gelas keempat, ada hangat dalam tawa bersama sahabat.
Ada riang bersama sejawat.
Ada setangkup makna bersama kerabat.

Kopi gelas kelima.
Ada dengkur dari kamar urut pertama.
Ada derik serangga malam dan riak air mengalun seirama.
Kalau ada gelas keenam, ampun sudah kita.

Dikutip dari line enal_18

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

3 thoughts on “Kopi Hari Ini”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s