Salam Lestari dari Pasukan Bintang

Salam lestari, sapaan yang teramat akrab di kalangan pecinta alam. Teringat sebuah gurauan kala mendaki bersama Kanda Tischelam, ketika ditanya “Sejak kapan mulai mendaki, Kanda?”. Spontan Kanda Tis menjawab “Saat kalian masih asik bermain kelereng, saya sudah meneriakkan ‘salam lestari’”.

Mungkin syair lagu ini juga sudah tidak asing lagi di telinga penggiat alam. “Lestari, siapakah kau sebenarnya. Lestari, ataukah hanya sebuah kata. Lestari, jika benar kau sarat makna. Lestari, nggak mungkin hanya di salam saja”, judulnya Lestari oleh Tamasya Band. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, kata “lestari” diartikan sebagai tetap seperti keadaan semula; tidak berubah; bertahan; kekal.

Bagaimana bisa memberi jaminan sebuah kondisi akan berada pada keadaan seperti semula? Olehnya itu, pemahaman tentang pe-lestari-an sejatinya harus menjadi konsumsi yang menarik bagi anak-anak. Paling tidak, tongkat estafet dalam regenerasi tetap berlangsung. Inilah yang mendasari teman-teman di Komunitas Pajappa tertarik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan yang bertajuk “EduTrip Pasukan Bintang” bersama teman-teman KPAJ Makassar. Gayung bersambut, teman-teman dari 1000 Guru Makassar, Berbagi Nasi Makassar dan Makassar Berkebun pun ikut berkolaborasi dalam trip yang bernuansa edukasi ini.

Beberapa dari tim Pajappa termasuk saya, memilih lebih dahulu berada di lokasi untuk mempersiapkan kelengkapan out bond. Melewati malam yang bertabur bintang dan temaram cahaya gerhana bulan adalah daya tarik untuk ngecamp di Bellabori.

Persembahan Untuk Kalian yang Luar Biasa.
Persembahan Untuk Kalian yang Luar Biasa.

Sesuai dengan rencana, semua keperluan permainan telah kami siapkan sedari pagi. Sambil menunggu peserta tiba, kami memilih beristirahat di atas hammock di bawah teduhan pohon jati. Maklum saja, terik matahari di sini sangat berbeda.

Om Alan Menikmati Suasana Di Atas Ayunan Hammock.
Om Alan Menikmati Suasana Di Atas Ayunan Hammock.

Terdengar suara teriakan yel-yel “Hati bersih, badan kuat, otak cerdas dan semangat” menandakan Pasukan Bintang telah tiba. Pasukan Bintang ini adalah anak-anak jalanan binaan dari Komunitas Pecinta Anak Jalanan Makassar. Tak membuang waktu yang begitu sempit dan teriknya matahari yang cetar membahana, segera dipasang shelter dari terpal untuk berteduh.

Kerjasama yang Baik Antara Kakak Nuar, Tri dan Om Arfan.
Kerjasama yang Baik Antara Kakak Nuar, Tri dan Om Arfan.

Setelah menyantap bubur kacang hijau, kelas dimulai dengan materi “Mengapa Kita Harus Mencintai Alam?” oleh Kanda Arfan. Dalam materinya, Kak Arfan menekankan bahwa tak mesti jadi pendaki untuk menjadi pecinta alam. Mencintai alam bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana di lingkungan sekitar kita. Menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat adalah hal yang paling mudah dilakukan oleh siapa pun.

Suasana Kelas; Mengapa Kita Harus Mencintai Alam? oleh Kanda Arfan.
Suasana Kelas; Mengapa Kita Harus Mencintai Alam? oleh Kanda Arfan.

Selanjutnya Kakak Nanha berbagi mengenai kelengkapan standar berkegiatan di alam terbuka. Mulai dari pakaian dan alat pelindung tubuh, tenda dan jenis-jenis tenda, sampai pada peralatan memasak. Tak cukup dengan teori, praktik cara dan membongkar tenda pun dilakukan Pasukan Bintang yang dipandu langsung oleh Kakak Ian dan Kakak Tri.
Seolah matahari mendekatkan jangkauannya, sengatan panas tak bisa dihindari.

Pengenalan Peralatan Standar Berkegiatan Di Alam Tebuka, olek Kakak Nanha.
Pengenalan Peralatan Standar Berkegiatan Di Alam Tebuka, olek Kakak Nanha.

 

Praktik Cara Memasang dan Membongkar Tenda, oleh Kakak Ian Veroz dan Tri.
Praktik Cara Memasang dan Membongkar Tenda, oleh Kakak Ian Veroz dan Tri.

Saya dan Lenka yang diberi tugas untuk berbagi mengenai bivak, memilih sedikit menepi ke tempat lebih rindang di bawah kanopi pohon. Dalam sharing ini kami pun memberikan beberapa contoh bivak, mulai dari yang menggunakan flysheet, ponco, hingga menggunakan bahan alami seperti ranting dan dedaunan.

Pengenalan Bivak oleh Kakak Enal dan Lenka.
Pengenalan Bivak oleh Kakak Enal dan Lenka.

Selanjutnya, giliran Kakak Appy dari Makassar Berkebun yang mengajak adik-adik Pasukan Bintang untuk menanam pohon. “Bila nanti akan cucu kita ditanyakan apa hobinya dan dengan spontan ada yang menjawab ‘menanam pohon’, maka yakinlah pada saat itu tongkat estafet telah berpindah tangan”, tutur Kakak Appy yang dikutip dari status Line nya. Pohon yang ditanam adalah mangga. Jadi, kelak jika berkegiatan di lokasi yang kebetulan adalah kebun milik Kakak Tri ini, kita bisa makan mangga. Insya Allah.

Penanaman Pohon yang Dipandu oleh Kakak Appy.
Penanaman Pohon yang Dipandu oleh Kakak Appy.

Waktu makan siang pun tiba. Bekal nasi dari kakak-kakak Berbagi Nasi pun disantap bersama. Perlahan awan gelap menghampiri, hujan pun turun. Bukannya menyurutkan semangat Pasukan Bintang, tapi justru membuat mereka semakin riang untuk bermain. Didampingi oleh kakak-kakak 1000 Guru, para Pasukan Bintang menyelesaikan tantangan demi tantangan yang diberikan dalam kelompoknya masing-masing. Kolaborasi yang indah, dimana semua berkumpul, berbagi dan belajar bersama.

Out Bond yang Dipandu oleh Kakak - Kakak 1000 Guru Makassar.
Out Bond yang Dipandu oleh Kakak – Kakak 1000 Guru Makassar.

Berhubung debit air besar dengan arus yang kuat sehingga tidak aman untuk menyelesaikan permainan. Untuk sekadar membilas badan yang penuh lumpur, Pasukan Bintang diarahkan ke sungai yang alirannya tidak begitu deras dengan pengawasan dari kakak-kakak semua.

Sistem Pengamanan Berlapis Saat Bermain Di Air.
Sistem Pengamanan Berlapis Saat Bermain Di Air.

Secara keseluruhan semua menikmati meskipun kegiatan yang terbilang padat ini dalam sehari. Ke depannya mungkin bisa dengan sistem camping sehingga kelas bisa dibuat sistematis dan santai. Duduk bersama dalam lingkaran di atas rumput sambil mencari diri hingga ke akar. Teruslah saling menginspirasi agar pengetahuan tak jalan di tempat.

Foto Bersama Pasukan Bintang.
Foto Bersama Pasukan Bintang.

Berikut video tentang Edutrip Pasukan Bintang dari Daeng Ipul:

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s