Perbanyak Tanaman Kesukaanmu dengan Mencangkok

DSC03066

Seiring dengan menjamurnya minat berkebun di lahan perkotaan yang lebih trend disebut urban farming, kebutuhannya pun tak melulu pada tanaman jangka pendek. Tanaman jangka panjang seperti jambu, anggur, jeruk, mangga, Tin dan cherry yang hadir di halaman akan menambah nilai dari halaman. Tanaman-tanaman tersebut sering dihadirkan dalam bentuk tabulampot (tanaman buah dalam pot). Dengan pot berdiameter 60 cm atau drum bekas, kita bisa menghadirkan buah-buahan di halaman rumah.

Salah satu cara untuk menghasilkan bibit dengan kualitas yang cenderung sama dengan induknya adalah mencangkok. Mencangkok dapat diartikan sebagai upaya menumbuhkan akar pada batang atau cabang sebuah tanaman untuk menghasilkan tanaman baru. Olehnya itu, tanaman yang hendak dicangkok adalah tanaman yang betul-betul memiliki sifat-sifat unggul yang diinginkan. Bibit cangkokan pun tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berproduksi. Bahkan jika pohon induk berbuah, anakan cangkok pun ikut berbuah.

Pada prinsipnya, mencangkok adalah memutus jaringan floem yang membawa hasil fotosintesis. Penumpukan makanan di pangkal sayatan inilah yang kemudian membentuk kallus lalu akar karena ada media tanam yang tersedia. Jika tidak ada media tanam, kallus akan berkembang terus untuk menutup luka.

Lalu tanaman seperti apa yang bisa dicangkok? Hampir semua tanaman berkayu bisa dicangkok, terutama yang masuk dalam kelas dikotil. Hal ini disebabkan karena susunan jaringan floem dan xilemnya tertur, berbeda dengan monokotil yang tersebar. Tapi faktanya, beberapa tumbuhan monokotil pun bisa dicangkok. Palm kuning, salak, dan daun bahagia biasa dibiakkan dengan cangkokan. Sementara itu, pepaya yang merupakan tumbuhan dikotil yang berbatang basah jarang bahkan langka dijumpai untuk dicangkok.

Pada pepaya, cangkokan dilakukan pada tanaman yang telah tua. Bagian yang dicangkok pun adalah tunasnya. Pada bagian bawah pangkal tunas dilakukan pelukaan lalu dibiarkan kering angin sehari. Setelah kering, barulah diberi media tanam (Tanah campur kompos) kemudian dibalut dengan sabut atau plastik. Setelah sebulan atau ditandai dengan munculnya akar, barulah tunas dipisahkan dari induknya.

Tunas Pepaya yang Dicangkok
Tunas Pepaya yang Dicangkok

Pada tanaman salak beda lagi, lebih mudah. Cukup membersihkan pangkal dari anakan lalu diletakkan wadah yang telah diisi media tanam pada pangkal anakannya. Sedangkan pada tanaman daun bahagia dan palm kuning, dibuat sayatan berbentuk spiral pada bidang cangkokan. Setelah luka kering angin, barulah dilakukan pembungkusan. Untuk tanaman anggur lebih mudah lagi. Cukup membungkus media tanam salah satu bukunya. Pada buku nantinya akan keluar akar dan saat itu tanaman siap dipisahkan.

Berikut ini, saya akan uraikan langkah-langkah mencangkok tanaman yang umum dilakukan :
1. Pilihlah tanaman induk yang memiliki sifat-sifat unggul atau yang dikehendaki dan telah berproduksi paling tidak tiga tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan kestabilan calon pohon yang akan kita cangkok. Pada pohon tersebut, pilihlah cabang plagiotrop (cabang kipas). Cabang ini ditandai dengan pertumbuhannya ke arah samping (horizontal) dan produktif. Pohon yang akan dicangkok sebaiknya sedang aktif tumbuh (bertunas muda) agar pengupasan kulit lebih mudah karena lapisan kambium basah.

Pohon Sawo yang Siap Dicangkok.
Pohon Sawo yang Siap Dicangkok.

2. Bahan yang digunakan adalah media tanam (tanah dan kompos), tali untuk mengikat dan pembungkus (bisa dari sabut kelapa, platik hitam, moss, atau pun botol plastik bekas). Alat yang digunakan adalah pisau tajam untuk mengupas kulit pada bidang cangkokan.

Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Mencangkok.
Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Mencangkok.

3. Lakukan pelukaan dengan mengupas kulit cabang sekitar 3-10 cm. Keruk hingga lapisan kayu terlihat. Biarkan hingga kering angin agar tidak ada cairan/getah pohon yang menghubungkan kedua sisi sayatan.

Kulit Cabang dikelupas dengan menggunakan Pisau Tajam.
Kulit Cabang dikelupas dengan menggunakan Pisau Tajam.

4. Pasang pembalut pada sisi bawah agar media tidak jatuh saat diletakkan pada sayatan.

Sabut Dipasang Pada Sisi Bawah Agar Media Tidak Jatuh Saat Dipasang.
Sabut Dipasang Pada Sisi Bawah Agar Media Tidak Jatuh Saat Dipasang.

5. Masukkan media tanam hingga membungkus semua sisi sayatan. Beri media lebih banyak pada bagian atas karena di situlah akar akan keluar.

Media Tanam Dipasang Hingga Seluruh Permukaan Sayatan Tertutupi.
Media Tanam Dipasang Hingga Seluruh Permukaan Sayatan Tertutupi.

6. Tutup seluruhnya dengan pembalut lalu ikat erat dengan tali agar media tanamnya menjadi padat. Lakukan penyiraman secara berkala agar kelembaban media terjaga.

Media Tanam Beserta Pembalutnya Diikat dengan Tali Rafiah.
Media Tanam Beserta Pembalutnya Diikat dengan Tali Rafiah.

7. Setelah 2-3 minggu, cek cangkokan. Jika sudah berakar, berarti sudah bisa dipisahkan dari pohon induknya untuk menjadi individu baru. Pemotongan dilakukan pada bagian bawah sayatan atau balutan.

Kondisi Media Harus Tetap Lembab.
Kondisi Media Harus Tetap Lembab.

8. Bibit yang baru dilepas dari pohon induk ditanam dulu di polibag lalu ditempatkan di tempat yang teduh sampai tanaman pulih. Setelah itu tanaman siap dipindahkan di tempat tanam untuk produksi.

Mudah bukan untuk memperbanyak tanaman dengan teknologi mencangkok? Silakan dipraktikkan, mulai dari tanaman yang relatif mudah seperti jambu dan jeruk. Yang perlu diingat, bagaimana pun tumbuhan yang layaknya makhluk hidup. Memuliakan pohon induk dengan terlalu banyak melakukan pencangkokan secara berjamaah. Jangan sampai tujuan untuk memperbanyak justru mematikan tanaman induk. 

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s