MOL Minas

MOL yang dimaksud bukanlah MOL yang dibuat dengan campuran minyak. Minas memang merupakan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Siak, Riau. Kecamatan yang pertumbuhannya cukup pesat dibandingkan dengan daerah lainnya di Riau karena mempunyai ladang minyak yang kaya.

Minas yang saya maksud di sini adalah nama dari minuman penyegar yang berasal dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Nama Minas adalah akronim dari Minuman asli Sinjai. Minuman ini dibuat dengan mencampurkan tape singkong, telur ayam kampung, susu, air kelapa dan madu secara homogen. Ada juga yang menambahkan buah seperti durian atau nenas sebagai penguat aroma dan cita rasa. Konon, minuman ini dipercaya mampu meningkatkan stamina tubuh.

Contoh minuman Minas (sumber gambar dari Google)
Contoh minuman Minas (sumber gambar dari Google)

sekira dua bulan lalu, ada teman datang dari Sinjai dan membawa buah tangan berupa minuman minas. Layaknya, minuman ini mengandung bahan terfermentasi sehingga paling tidak harus selalu dalam kondisi dingin bahkan beku. Dari dua botol isi 500 ml, yang habis hanya satu botol. Sementara botol yang satunya hanya sedikit yang terminum dan hanya tersimpan dalam suhu ruang. Keesokan harinya, aromanya menjadi sangat tajam dan mungkin berbahaya jika diminum.

Saya berfikir, daripada dibuang begitu saja, mungkin bisa jadi bentuk yang bermanfaat untuk organisme lain. Mengingat bahan dasar pembuatannya yang banayak mengandung zat-zat yang bermanfaat, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta berbagai asam amino, tentu sangat menarik jika dibuat MOL (mikroorganisme lokal).

Pembuatan MOL dari bahan utama Minas
Pembuatan MOL dari bahan utama Minas

Saya kemudian mengambil sebuah toples yang sudah tidak terpakai dan botol bekas air mineral, pada penutupnya dibuat lubang. Sisa minas tadi saya masukkan ke dalam toples lalu saya tambahkan sedikit gula pasir yang sebelumnya telah saya larutkan. Kebetulan ada pisang yang sudah kelewat matang, maka saya pun mengambil dua biji lalu dihaluskan dan dicampur dengan minas. Untuk menambah volume hasil, saya menambahkan air cucian beras. Kedua wadah tersebut saya hubungkan dengan selang. Ujung selang yang satu hanya terpasang pada tutup toples sedangkan ujung lainnya saya tenggelamkan dalam botol yang diisi air bersih. Setelah tiga minggu, jadilah MOL minas. Aromanya seperti asam-asam manis.

Beberapa Tanaman yang Telah Diaplikasikan MOL Minas.
Beberapa Tanaman yang Telah Diaplikasikan MOL Minas.

Sejauh ini, MOL minas saya aplikasikan pada pertanaman mint, kangkung dan bayam di vertikultur talang air serta cabe pada polibag. Dengan dosis 10 ml MOL dalam 1000 ml air, lalu disemprotkan merata pada daun dan media tanam, dengan interval penyemprotan sekali seminggu. Pertumbuhan dan produksi tanaman pun tidak mengecewakan. Silakan mencoba. 

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s