Tak Sekadar Gaya

Tak bisa dipungkiri bahwa fato merupakan bukti otentik atas kehadiran diri pada suatu tempat. Tak cukup rasanya menjejakkan kaki pada suatu daerah jika kita tidak mendokumentasikan diri lewat foto, apa lagi jika tempat tersebut begitu indah, meskipun terkadang alasan narsislah yang utama. Semua orang bebas mengekspresikan diri dalam berpose selama pemanfaatan pose tersebut sesuai dengan tujuannya. Berbagai macam gaya pun kita bisa tuangkan selama kita nyaman dengan kondisi setempat.

Saya sendiri punya cara untuk mengekspresikan diri saat berfoto. Gaya merentangkan kedua tangan adalah gaya andalan kata teman-teman saya heheee. Tapi itu tak sekadar gaya buat saya. Gaya tersebut saya maknai bahwa betapa indahnya alam ini, betapa sempurnanya ciptaan Tuhan, betapa kecilnya diri ini, tak ada yang pantas untuk disombongkan apalagi sebagai bentuk penaklukan. Karena aku, kamu, kita semua sama, lahir sama telanjang dan mati sama bertanah.

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Tirai Bambu, 31 Desember 2013

@enal_18

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s