Bawang Merah itu Murah

Harga bawang merah yang melangit membuat banyak ibu rumah tangga menjerit karena berdampak pada stabilitas keungan keluarga. Kebutuhan bawang merah yang hampir hadir di setiap menu saji membuat kita mau tidak mau tetap membelinya. Kondisi pemukiman perkotaan yang notabenenya memiliki pekarangan sempit seakan membuat banyak orang semakin pasrah dengan kondisi tersebut. Mau tanam di mana? Caranya bagaimana? Bagaimana meluangkan waktu untuk merawatnya?.  Aaagrrhhhh… terlalu kompleks untuk dipikirkan.

Menanam bawang merah sesungguhnya bukanlah hal yang sulit karena memiliki adaptasi yang luas. Tempat tanamnya pun tidak membutuhkan tapak yang luas karena secara morfologis tidak memiliki pertajukan luas. Soal bibit, bawang merah yang ada di dapur dengan ukuran yang kecil pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan tanam. Apalagi sekarang ini, seiring dengan kemajuan teknologi produksi benih sayuran, sudah ada benih bawang merah yang tersedia di toko-toko pertanian.

Kali ini saya akan sharing tentang budidaya bawang merah dengan menggunakan bahan tanam dari benih. Karena bentuknya yang kecil, terlebih dahulu benih ini disemaikan. Persemaian dapat berupa talang bekas yang diisi media tanam dengan campuran tanah dan kompos (perbandingan volume 1:1) lalu dijenuhkan dengan air. Jangan lupa pada bagian dasar wadah diberi lubang untuk mengatur aerase dan drainase. selanjutnya buat alur di kotak semai dengan jarak 2 cm. Ke dalam larikan tersebur ditabur benih secara merata lalu tutup kembali dengan media halus secara tipis hingga benih tertutup. Terakhir adalah memasang sungkup pada kotak semai, pilih bahan yang berwarna gelap dikarenakan perkecambahan yang butuh kondisi tanpa cahaya. Kantong plastik hitam bisa jadi pilihan yang murah dan gampang. Setelah sungkup terpasang, buat lubang-lubang kecil dengan lidi agar udara dalam kotak semai tidak pengap.

Setelah 3 hari, benih mulai berkecambah dan sungkup sudah bisa dilepas. Secara bertahap bibit diberi pencahayaan. Jangan lupa mengontrol kondisi media, pastikan tetap lembab agar ketersediaan air mampu menunjang pertumbuhan bibit. Pemberian air dapat diaplikasikan dengan penggunakan handsprayer adar media dan kecambah tidak terbongkar oleh terpaan air. Pada gambar di bawah (berurut 1,2,3 dan 4) menunjukkan bibit umur 3 Hari Setelah Semai (HSS), 5 HSS, 12 HSS dan 4 Minggu Setelah Semai. Sayangnya pada minggu ke-3 setelah semai, bibit jadi ranjang empuk si kucing, makanya penampilannya kurang menarik. Beruntung masih ada yang sempat diselamatkan untuk di pindahkan untuk pembesaran umbi.

Gambar

Wadah tanam yang saya pilih berupa pipa paralon diameter 4 inch dengan panjang 1 meter. Ke dalam wadah diisi dengan media tanam yang sama dengan media semai. Perakaran bawang yang tidak terlalu dalam sudah mampu ditunjang oleh volume wadah paralon tersebut. Pipa selanjutnya diikat pada pagar dan di bagian bawah pipa diberi lubang drainase. sebelum bibit di tanam, media tanam dijenuhkan  lalu dibuat lubang tanam dengan jarak 7 cm. Intinya bahwa jarak tanam diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi persaingan untuk memperebutkan faktor tumbuh. Ke dalam lubang tanam, dimasukkan satu bibit lalu dipadatkan media di sekitar batang agar media bersentuhan dengan akar tanaman dan tentunya tanaman tidak mudah roboh.

Gambar

Pemeliharaannya pun tidak banyak menyita waktu, cukup memastikan kondisi media tetap lembab. Dengan media tanam yang kaya bahan organik akan mampu menyimpan air lebih lama. Untuk pertanaman yang saya lakukan, penyiraman hingga jenuh cukup sekali dalam dua hari. Saat menyiram, jangan lupa lakukan pengamatan terhadap keberadaan hama dan penyakit, karena pencegahan awal lebih baik. Interval seminggu cukup diberi POC (pupuk Organik Cair) sesuai dengan dosis kemasan. Dapat pula dari MOL yang dibuat sendiri, ataukah cukup dengan air cucian pertama beras saat hendak memasak nasi. Sangat mudah bukan ?.

Gambar

Setelah tanaman berumur 16 minggu terhitung sejak semai, umbi bawang pun telah membesar dan siap untuk dipanen. Hasil panen tentunya tidak hanya berupa umbi, ada juga daun bawang. Umbi yang ukurannya kecil dapat dijadikan sebagai bahan tanam selanjutnya. Sementara umbi yang besar tinggal digunakan sebagaimana mestinya untuk melengkapi cita rasa masakan Anda.  Dan yang paling menguntungkan, dengan menanam sendiri, kesehatan dari umbi yang dihasilkan lebih menyehatkan karena Anda sendiri yang mengontrolnya. Pot atau pipa yang kita atur sedemikian rupa tentu menambah nilai estetika halaman Anda. Jadi, mari menanam bawang di pekarangan kita.

Gambar

*Bawang yang ditanam adalah Varietas Tuktuk

By: @enal_18 @MksrBerkebun

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

2 thoughts on “Bawang Merah itu Murah”

  1. mohon info bagaimana kalau bibitnya bukan dari benih tapi dari bawang merahnya langsung…apakah bisa ditanam dgn cara seperti itu dan bagaimana hasilnya nanti…??
    terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s