Vertikultur ; Ketika Lahan Sempit Adalah Sebuah Tantangan

Gambar

Sebenarnya vertikultur bukanlah hal yang baru bagi kita. Tanpa kita sadari, kegiatan mengatur tempelan berbagai jenis anggrek pada sebuah pohon ataukah menata tanaman hias dengan berbagai jenis pot gantung itu vertikultur. Nenek saya di kampung menata pot-pot seledrinya dengan membuat rak agar tidak diganggu oleh hewan piaraannya pun sudah merupakan vertikultur. Sesuai dengan asal katanya β€œvertikal” berarti pada sistem budidaya vertikultur ini, tanaman diatur sedemikian rupa pada posisi tegak atau berdiri namun tetap memperhatikan faktor tumbuh agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Dengan mengatur posisi tanaman seperti itu maka akan didapatkan jumlah populasi yang lebih banyak pada luasan yang sama dengan sistem budidaya yang konvensional (di lahan/bedengan). Karena kelebihan inilah maka teknik budidaya vertikultur ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada lahan-lahan yang sempit, misalnya di halaman rumah perkotaan.

Wadah yang digunakan dalam pembuatan vertikultur dapat berupa bahan alami seperti bambu, boks yang dibuat dari papan peti kemas, keranjang rotan yang dirangkai. Dapat pula menggunakan bahan sintesis berupa pipa bulat paralon, talang air, botol dan gelas plastik bekas air mineral, pot maupun polybag yang dibuatkan dudukan/rak. Media tanam yang digunakan dapat berupa tanah, kompos, pupuk kandang, sekam, arang sekam, pasir, zeolit, cocopeat, moss baik berdiri sendiri maupun dengan kombinasi dari beberapa media tersebut.

Penempatan vertikultur dalam ruang pun beragam, ada yang sengaja dibuatkan dudukan dan ada yang ditempel di dinding, pagar, bahkan jendela. Ada pula yang menggantung, terlebih jika wadahnya memang dari pot gantung. Yang terpenting adalah bagaimana membuat seluruh tanaman dalam rangkaian mendapat sinar matahari dalam porsi yang sama. Pengairannya juga demikian, ada yang sudah diatur secara otomatis, ada yang memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan air dan tentunga secara manual dengan penyiraman secara langsung pada pagi dan sore hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan:

  1. Penyiraman harus tetap dilakukan secara reguler.
  2. Sebaiknya gunakan media tanam yang lebih ringan, pada tanah dicampur kompos, arang sekam ataupun pupuk kandang. Media tanam yang sering saya gunakan adalah campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan volume 2:2:1. Kelebihan arang sekam yang bersifat buffer dapat menetralkan senyawa toksik.
  3. Karena ruang akar dan media yang terbatas maka perlu pemupukan secara teratur agar tanaman tetap sehat, lebih baik pupuk cair. Aplikasi pupuk cair dapat dilakukan sekali seminggu dengan menyemprotkan langsung ke daun. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena pada saat itu stomata sedang terbuka.
  4. Setiap saat melakukan pengamatan terhadap adanya serangan hama dan penyakit. Hal ini penting menyangkut langkah pengendalian yang kita lakukan.
  5. Lakukan penggantian media pada periode tertentu seperti ketika media sudah padat atau penuh dengan akar. Untuk tanaman jangka pendek dapat dilakukan penggantian media pada siklus tiga kali panen. Sedangkan tanaman jangka menengah tiap dua kali panen. Beda dengan tanaman hias, karena tidak ada panen maka dapat dilakukan rutin tiap enam bulan.
  6. Pot gantung yang menggunakan tatakan air juga perlu dibersihkan secara berkala dari endapan media maupun lumut.

Berdasarkan model penanaman dan pengaturan populasinya, vertikultur dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe datar dan tipe tegak.

  1. Vertikultur Tipe Datar, merupakan vertikultur yang menata baris tanamannya secara horizontal dalam satu wadah. Tipe vertikultur ini dapat berupa bambu atau pipa paralon yang dibelah, talang air, dan pot atau polibag yang disusun sejajar pada rak. Berikut contohnya :
    GambarΒ GambarGambarGambar
  2. Vertikultur Tipe Tegak, merupakan vertikultur yang menata baris tanamannya dalam satu garis vertikal pada satu wadah. Bentuknya berupa bambu atau pipa paralon yang dibuatkan lubang tanam dan dipasang berdiri dan susunan pot gantung. Berikut contohnya:
    GambarGambarGambarGambarGambar

Demikian sajian vertikultur dari saya. Selamat mencoba teman. πŸ™‚

@enal_18

penggiat @MksrBerkebun

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

21 thoughts on “Vertikultur ; Ketika Lahan Sempit Adalah Sebuah Tantangan”

    1. yang pasti tanaman jangka pendek dengan sistem perakaran yang tidak dalam, mengingat media yang terbatas. jarak tanam mempertimbangkan jenis tanaman terkait luas tajuknya πŸ™‚

  1. brp ukuran green house n kapasitas jumlah pipa paralon buat vertikultur yg ada pd gb d atas? n bgmn cr buat nutrisi pupuk cairny?

      1. mau tanya,,,,,,,,,,,,itu tanahnya apa tidak keluar ya,,,,,,,,kalau pipanya di bolong2 gt,,,,, cara manen nya gimana apa di bongkar,??? ,lubangnya berapa diameternya,,,? satu bwang merah bisa keluar berapa banyak….???

      2. asal penyiraman tidak menggunakan aliran yang deras maka media tidak keluar, apalagi jika tanaman sudah berakar baik maka akar akan mencengkram dan memegang media. kalau tanam tanaman sekali panen ya dicabut. kalau yang berkali-kali panen ya tunggu sampai panenan terakhir :). Saya pakali yang diameter 3 cm. hasil tergantung varietas juga. jenis bibit dari umbi bisa lebih banyak umbi sedangkan dari benih (biji) rata-rata satu umbi tapi berukuran besar.

  2. kak ini langsung bibit nya yang di taruh di bolongan paralonnya apa di tanam dulu terus sekiranya dh sdkit agak besar baru di pindah?

    1. untuk bawang dari umbi, langsung di pasang saja tapi kalau dari seedling mesti disemaikan dulu. begitupun dengan tanaman lainnya sebaiknya disemai agar kondisi bibit saat pindah merata (karena ada seleksi di persemaian). untuk kangkung langsung tanam juga πŸ™‚

  3. Saya awam, bisa beli dimana package vertikultur seperti ini? Lokasi saya di depok. Apakah vertikultur harus berada dalam rumah kaca? Terimakasih.

    1. buat aja dari pipa paralon lalu gergaji secara horizontal pada titik sesuai jarah tanam, panaskan pipa hingga lunak lalu masukkan stik bambu atau kayu sehingga bekas gergaji tadi menjadi luas penampangnya. gak mesti di rumah kaca, di luar ruangan juga bagus terutama untuk tanaman yang butuh matahari penuh πŸ™‚

    1. Alhamdulillah.. saya sudah coba bawang merah, caisim, cabe, kangkung, selada, seledri. pemupukannya cukup pupk dasar berupa kompos yang dicampur dengan media tanam dan pupuk cair organik tiap minggunya πŸ™‚

  4. Assalamu alaikum…saya berniat cb2 menanam mnggunakan media pralon ini di sekolah mdh2an berhasil.bs nhasih tips /langkah2x scra detil dr pembuatan smp persemaianx?.sy kebetulan di makassar apa pralon yg sudh siap pkai ada djual?

    1. Waalaikum salam, untuk lubang digunakan bor, jaraknya disesuaikan dengan apa yang ingin ditanam. lubang juga dapat dibuat dengan menggunakan sistem pemanasan. Paralon siap pakai belum ada kak, yang ada talang air tapi dengan vertikultur horizontal. kalau ada waktu datang ke #MGCF tanggal 14 Nov nanti di Fort Rotterdam. πŸ™‚

  5. Sy tertarik dgn vertikultur yg anda buat. Di Jabodetabek kah lokasi anda? Bila iya sy lbh senang utk diskusi langsung dgn anda. Saat ini sy membantu bank sampah di pamulang. Dgn vertikultur ini, bank sampah bs membuatnya dan nasabahnya bs membeli ke bank sampah dgn lbh ekonomis. Email sy syarifhusinkamil@gmail.com dan no WA sy 0856-9092-378. Sy harap anda bs membantu. Terimakasih

    1. Saya di Makassar, Pak dan untuk satu tahun ke depan di Sulawesi Tenggara untuk program reforestasi. Saya kira teman-teman yang ada di jejaring Jakarta Berkebun, Bogor Berkebun dan Bekasi Berkebun sangat terbuka untuk memfasilitasi hal-hal seperti ini.
      Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s