MOL Two In One

Telah disebutkan dari berbagai referensi bahwa daun pohon legum seperti gamal, lamtoro, sengon, turi, trembesi dll. memiliki kandungan N yang tinggi. Daun mimba sendiri memiliki kandungan kimia yang dapat dijadikan sebagai biopestisida. Tumbuhan tersebut sebenarnya melimpah di sekitar kita, hanya mungkin keinginan kita untuk membuatnya lebih bermanfaat masih kurang. Bahkan masih sering kita melihatnya dibakar karena dianggap sampah.

Berangkat dari kecemasan-kecemasan tersebut serta sering adanya keluhan gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), saya mencoba untuk membuat mol (mikroorganisme lokal). Mol yang kita buat kali ini dengan menggabungkan daun turi dan sengon sebagai sumber hara terutama N dan daun mimba sebagai biopestisida. Jadi POC (Pupuk Organik Cair) yang kita hasilkan nantinya selain berfungsi sebagai penyubur juga sebagai penangkal atau pengendali OPT.

Bahan dan alatnya pun mudah ditemukan. Bermodalkan ember dan penutupnya, pisau untuk mencacah, botol air mineral, air bersih, air cucuian beras (jika ada), gula, selang kecil, bakteri starter (jika ada) dan tentunya bahan utama dari ketiga daun tersebut. Untuk kebutuhan gula cukup 2% dari berat bahan utamanya.

Gambar

Pembuatannya sangatlah mudah, dedaunan dicacah atau ditumbuk, lebih baik lagi kalau dihaluskan dengan menggunakan blender lalu dimasukkan ke dalam ember. Masukkan air atau air beras, jangan sampai penuh karena bida meluap saat fermentasi berlangsung. Masukkan gula yang sebelumnya telah dilarutkan beserta bakteri starter jika ada. Bakteri starter dapat dipeoleh dari pupuk organik atau bisa pula humus. Selanjutnya semua bahan diaduk hingga merata. Pada penutup ember dibuat lubang sebesar penampang selang yang dihubungkan pada botol yang diisi air bersih. Ujung selang pada tutup ember tidak menyentuh bahan yang ada dalam ember, sedangkan ujung selang yang satunya ditenggelamkan dalam air pada botol. Selang ini berfungsi mengalirkan gas saat berlangsungnya fermentasi sehingga tidak menimbulkan luapan atau bahkan letupan pada ember akibat akumulasi gas.

Gambar

Gambar

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengadukan secara berkala dengan interval tiga hari sekali. Setelah 7-14 hari, POC disaring dan siap digunakan. Untuk aplikasinya dapat digunakan 250 ml POC per 15 L air atau sekitar 17 ml per 1 L air lalu disemprotkan ke tanaman.

Gambar

Gambar

Selain bahan-bahan di atas, dapat pula kita gunakan limbah dapur, limbah buah-buahan, limbah pasar, dan bahan organik lainnya. Untuk masa pakai jangan ragu, POC tersebut dapat disimpan selama 6 bulan dalam botol tertutup pada suhu ruang. Mudah kan pembuatannya? Selamat mencoba teman… 🙂

Enal d’ dactylon

*penggiat @MksrBerkebun

Advertisements

Author: Enaldini

Lelaki yang jadi buruh tani, belakangan baru suka menulis. Suka club bola tempat Paolo Maldini berkiprah. Traveler gadungan yang pada prinsipnya, "Barangkali kita perlu duduk dan minum kopi bersama di depan tenda."

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s